Tampilkan postingan dengan label Amalan Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan Ibadah. Tampilkan semua postingan

DOA BUKA PUASA YANG DIAJARKAN NABI

Salah satu sunnah dalam puasa Ramadhan adalah berdoa saat berbuka puasa. Bagaimana doanya? Berikut ini doa buka puasa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
 
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
 
(Dzahabadh dhoma,u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa,allah)
 
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah”
 
Doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.
 
Syaikh Yusuf Qardhawi dalam Fiqhush Shiyam juga mencantumkan doa ini sebagai doa yang shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula Sayyid Sabiq menegaskan keshahihannya dalam Fiqih Sunnah.
 
Sedangkan doa satu lagi yang berbunyi
 
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
 
(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)
 
Artinya:“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka”
 
Doa ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah juga mencantumkan doa ini sebagai doa kedua setelah doa sebelumnya.
 
Sedangkan dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az Zuhaili mencantumkan doa tersebut dalam bentuk jamak sebagaimana diriwayatkan oleh Ad Daruquthni.
 
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
 
(Allohumma laka shumnaa wa ‘alaa rizqika afthornaa fataqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim)
 
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu puasa kami dan dengan rezeki-Mu kami berbuka. Maka terimalah (puasa) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
 
Syaikh Yusuf Qardhawi menambahkan, selain doa dari Rasulullah, umat Islam juga diperbolehkan berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Wallahu a’lam bish shawab. (Bersamadakwah.net)

Sumber : http://www.fiqhmenjawab.net/2016/06/doa-buka-puasa-diajarkan-nabi/

Inilah Keutamaan dan Manfaat “SURAT AL KAFIRUN”, No 3 Dasyat lho..

Sebagai seorang Muslim, pasti sudah tau dan hafal Surat Alkafirun bukan ? Surat Al-Kafirun adalah surat yang ke 109 dalam Alquran. Surat ini berisi kandungan tentang adanya toleransi dalam keimanan dan peribadahan. Allah SWT berfirman, “Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (QS Al-Kafirun).


Dikutip dari buku Kedahsyatan Membaca Alquran, karangan Amirulloh Syarbini menjelaskan, surat Al-Kafirun turun pada saat kaum kafir Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi Muhammad SAW dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seseorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan menikah kepada perempuan yang beliau inginkan. Namun para kaum kafir memiliki syarat, yaitu Rasulullah harus menyembah berhala yang telah menjadi Tuhan mereka dalam waktu satu tahun.

Surat Al-Kafirun memiliki keutamaan dan manfaat apabila diamalkan sehari-hari, antara lain:

1. Surat ajakan toleransi beragama

Surat ini sangat terkenal karena kandungannya mengajarkan kita untuk bertoleransi antar umat beragama. Dalam kitab suci Alquran di perintahkan untuk menghormati penganut agama lain. Seperti dalam potongan akhir ayat surat tersebut yang artinya, “Untuk mu agama mu dan untuk ku agama ku”.

2. Surat yang sangat ditakuti iblis

Surat ini juga ditakuti oleh iblis. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, menurutnya tiada surat yang sangat ditakuti iblis kecuali surat Al Kafirun. “Tidak ada dalam Alquran yang lebih menakutkan bagi iblis daripada Qul Ya Ayyuhal-Kafirun, sebab ia adalah tauhid dan pembebas dari kemusyrikan.”

3.Pahala membaca suratnya adalah sama dengan seperempat Alquran

Menurut Syeikh Ibnu ‘Abbaz membaca empat kali surat ini sama dengan menghatam Alquran. Hanya saja, bukan berarti tidak perlu lagi membaca Alquran. Sebab seorang muslim hendaknya membaca Alquran setiap hari.

4. Dibaca menjelang tidur dapat bebas dari kemusyrikan

Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Qul ya Ayyuhal-kafirun kemudian tidurlah di akhirnya, sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan”. (HR Abu Dawud dari Farwah bin Naufal). Surat ini sering dijadikan sebagai bacaan menjelang tidur sebagai isyarat bahwa seorang muslim harus melakukan ibadah kepada Allah SWT untuk menjaga imannya, dari membuka mata hingga menutup mata agar terhindar dari kekafiran dan kemusyrikkan.

Sumber : http://www.diberitakan.com/2016/12/inilah-keutamaan-dan-manfaat-surat-al.html

DOA ZAKAT FITRAH

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
 
Niat ini diucapkan oleh diri kita sendiri tanpa diwakilkan kepada orang lain. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut :
 
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN NAFSII FARDLOL LILLAAHI TA’AALAA
 
Artinya : Saya niat mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala
 

Niat Zakat Fitrah untuk Istri
 
Jika seorang suami ingin membacakan niat zakat fitrah untuk istrinya, maka lafadznya adalah sebagai berikut :
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHOL LILLAATI TA’AALAA
 
Artinya : Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta’ala
 
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
 
Bagi orang tua yang memiliki seorang anak laki-laki yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya :
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA’AALAA
 
Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala
 
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
 
Bagi orang tua yang memiliki seorang anak perempuan yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya :
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN BINTII (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA’AALAA
 
Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala
 
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA’AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQOOTUHUM SYAR’AN FARDHOL LILLAAHI TA’AALAA
 
Artinya : Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.
 
Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (Sebutkan nama orangnya) FARDHOL LILLAAHI TA’AALAA
 
Artinya : Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala
  
Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ditanggung nafkahnya
 
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
 
Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala
 
Do’a Menerima Zakat
 
آجرك اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا
 
AAJAROKALLOHU FIIMA A’THOITA WA BAAROKA FIIMAA ABQOITA WAJA’ALALLAHU LAKA THOHUUROO
 
Artinya: Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah Engkau berikan dan semoga Allah memberkahi harta yang masih tersisa padamu, serta semoga Allah menjadikan dirimu suci bersih.
 
Doa setelah membayar zakat
 
قال النووى فى الأذكار صحيفة ١٦٠ : فصل يستحب لمن دفع زكاة أو صدقة أو نذرا أو كفارة و نحو ذلك أن يقول ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم فقد أخبر الله سبحانه وتعالي بذلك عن إبراهيم و إسماعيل صلى الله عليهما و سلم و عن امرأة عمران
 
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 160 mengatakan : (Pasal) Disunnatkan bagi orang yang memberikan zakat atau shodaqoh atau nadzar atau kaffarat dan sebagainya mengucapkan do’a “Robbana taqobbal minnaa innaka anta ssamii’ul ‘aliim” Wahai Allah Tuhan kami terimalah dari kami , sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
 
Wallahu a’lam bish shawwab

Sumber : http://www.fiqhmenjawab.net/2016/06/doa-zakat-fitrah/

DOA AGAR SELAMAT DARI PENYAKIT STROKE (LUMPUH)

من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة
“Diantara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak.” (HR Ibnu Abd Razzaq)
Apa terjemahan Falij (الفالج)ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan:
اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ
“Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh” (Tuhfatul Ahwadzi). Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh.
Doa agar terhindar dari penyakit tersebut adalah:
ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء ” ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»
Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda: “Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3x “Bismillah alladzi laa yadlurru ma’a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa’ wa huwa as-samii’u al-aliim” maka tidak ada yang membahayakan padanya”. Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: “Apa yang kamu lihat? Hadis ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku” (HR Tirmidz)
Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:
من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ
“Barang siapa membacanya 3x, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3x maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore”
اللهم نعوذ بك من الستروك (الفالج)
Oleh: Ustadz Ma’ruf Khozin, pengasuh kajian fikih bersama KMNU Fak. Kedokteran Unair Surabaya
Sumber : http://www.fiqhmenjawab.net/2016/10/agar-selamat-sakit-stroke/

SEMAKIN TINGGI ILMUNYA, SEMAKIN SEDIKIT MENYALAHKAN ORANG LAIN

 Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”

Baca juga: KISAH TOLERANSI TOKOH MUHAMMADIYAH BUYA HAMKA

Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.

Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”

Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).

Gus Anam Leler Banyumas
Gus Anam Leler Banyumas
Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu ( rendah hati ), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.

Sumber: KH. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) Leler Banyumas (status FB)

Baca juga: KISAH TOLERANSI PEMIMPIN NU DAN MUHAMMADIYAH

Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat.

Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus.

Oleh: Nasyit Manaf

Ramadhan Adalah Bulan untuk Keluarga, Jangan Tunggu Mereka Tiada untuk Memaafkannya



Sahabat Dakwah, bagi yang beragama Islam pastinya sangat senang dengan kedatangan bulan Ramadhan, siapa pun akan bersuka cita menyambut datangnya Ramadhan. Bulan ibadah, penuh berkah. Namun, karena spesialnya Ramadhan pula, meniti hari-harinya saat dirundung kehilangan ternyata lebih lagi membekas duka.

Beberapa orang berkisah, sedihnya tiada tara ketika Ramadhan tiba, tak ada lagi suami atau salah satu anggota keluarga bersama mereka karena belum lama wafat. Ada sisi hati yang hilang saat sahur, berbuka, tarawih, kala orang terkasih tiada.

Yaaa, Ramadhan adalah bulan keluarga, bulan cinta dan kasih sayang, di mana waktu bercengkerama dengan keluarga jadi lebih banyak dari biasanya. Mereka yang bekerja pun termotivasi untuk pulang ke rumah tepat waktu agar bisa buka puasa dan beribadah bersama keluarga. Bahkan saat libur Ramadhan, rasanya tak ingin ke mana pun, di rumah bersama keluarga terasa paling afdhal. Karenanya tak heran, jika kehilangan yang terkasih menjadi begitu pedih untuk diingat di bulan ini.

Bersyukurlah jika Ramadhan kali ini keluarga masih lengkap membersamai kita. Padahal di luar sana, kita disuguhkan berita kehilangan dan kematian mengenaskan yang silih berganti muncul. Tak kuasa mata menyaksikan rekaman video dan foto derita rakyat Suriah yang dibom oleh pemerintahnya sendiri, menyebabkan banyak nyawa melayang atau jadi hidup sebatangkara. Belum lagi berita kecelakaan dan pembunuhan yang silih berganti terpapar di berita. Terbayangkah kita betapa pilunya rasa Ramadhan kali ini bagi keluarga mereka? Apalagi cara kehilangan yang mereka lalui sangat menyakitkan?

Roda hidup memang akan terus berputar. Jika setiap bulan Rajab kita sudah berdoa agar dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang kita temui tak selalu sama indahnya dengan Ramadhan sebelumnya. Bukan Ramadhan itu yang berubah, tapi takdir hidup kita yang menempatkan kondisi pada suasana yang tak selalu sama. Terutama jika terkait dengan kematian, si pemutus kelezatan; tak hanya bagi yang mati, tapi juga bagi yang ditinggal.

Karenanya, ekspresikan syukur yang tepat jika pada Ramadhan kali ini kita tak harus merasakan kehilangan siapa pun, dengan ibadah yang mumpuni dan kasih sayang yang tulus untuk keluarga tersayang. Namun jika ternyata di bulan suci ini ada di antara kita yang harus mencecap pahitnya musibah, sungguh pahalanya akan sebanding dengan kepedihan dan kesabaran yang dijalani.

Sahabat dakwah, Maka dari itu jangan ada lagi amarah pada anggota keluarga di bulan suci ini. Lapang dada dan maafkanlah ketidaknyamanan yang mungkin mereka timbulkan. Keluargalah yang paling berhak menerima akhlak terbaik kita. Jangan sampai ketika mereka tiada, kita baru merasakan arti keberadaannya.  Semoga menjadi pengingat


Sumber : ummi-online.com

10 Manfaat dan Keutamaan Luar Bisa Dari Shalat Tahajud




MUSLIM mana yang tidak ingin mendapat predikat muslim sejati di mata Allah? Pastinya semua muslim ingin terlihat beramal salah dan bertakwa di hadapan pencipta-Nya kelak. Hal ini pula mungkin yang selalu dipikirkan oleh kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia. Sehingga tak jarang mereka selalu melakukan kewajiban serta sunnah secara sempurna. Begitu banyak sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad guna menuntun kehidupan kaum muslim di muka dunia.

Salah satunya adalah sholat tahajud yang banyak dilakukan oleh kaum muslim di seluruh dunia. Sholat tahajud sendiri adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah seseorang bangun dari tidur. Ibadah ini termasuk sunnah mu’akad, yaitu sunnah yang dikuatkan dengan syara’. Tak jarang banyak orang yang mengerjakannya di kala terbangun di tengah malam. Anda pun bisa mengerjakannya paling sedikit 2 rakaat dan sebanyak-banyaknya, tak ada batasan.

Waktu paling mustajab untuk melaukan shalat tahajud sendiri adalah 1/3 malam. Dimana para malaikat turun ke bumi dan Allah mengabulkan setiap doa hamba-Nya. Anda tak hanya mendapat imbalan pahala dari Allah, namun juga serentetan manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Banyak orang mengatakan bahwa sholat tahajud diyakini memberi ketenangan dan kedamaian jiwa. Seseorang yang terbiasa bangun untuk sholat di tengah malam pastinya mampu mengontrol emosi.

Manfaat Sholat Tahajud

Setidaknya, ada beberapa manfaat sholat tahajud yang disampaikan dalam penelitian, yaitu.
  1. Penghapus dosa dan mencegah berbuat dosa
Seperti yang disampaikan di atas, sholat tahajud adalah ibadah yang selalu dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini mendekatkan diri seorang manusia kepada pencipta-Nya, Allah SWT. Bisa dibilang sholat tahajud mampu menjadi media penghapus dosa seseorang. Mereka pun pastinya memperkuat iman dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar maupun kecil. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sholat malam adalah ibadah yang sering dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini dapat mendekatkan seseorang kepada Sang Pencipta, jalan menghapuskan dosa serta mencegah muslimin untuk berbuat dosa.
  1. Tanda takwanya terlihat di muka
Orang yang selalu melaksanakan sholat tahajud akan terlihat bersinar wajahnya. Inilah yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut bertakwa kepada Allah SWT. Tanda-tanda ketakwaan tersebut selalu terlihat oleh orang-orang di sekitar mereka. Hal tersebut bisa jadi pelecut semangat bagi kaum muslimin yang lain untuk selalu melaksanakan shalat tahajud. Shalat tahajud tetap menjaga keimanan seseorang teguh kepada sang Maha Penyayang.
  1. Melancarkan aliran darah di tubuh
Sholat tahajud biasanya dilakukan pada pukul 03.00 pagi. Setiap muslim umumnya terbangun pada jam tersebut untuk mengerjakan sholat tahajud dan beribadah pada Allah. Ibadah ini nyatanya tak hanya sekedar berbagi keluh kesah, namun memberikan udara segara bagi seluruh organ tubuh. Ketika itu, udara di atmosfer masih sangat segar dan dihirup oleh paru-paru. Tubuh kita pun menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat badan segar seketika dan seluruh aliran darah terasa lancar. Oksigen segar akan menghilang ketika matahari terbit dan kembali pada pagi berikutnya. Hanya orang-orang yang terbangun untuk melaksanakan sholat tahajudlah yang bisa merasakannya.
  1. Membesarkan rongga paru-paru
Manfaat gerakan sholat nyatanya memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Gerakan takbiratul ihram yang diikuti dengan bersedekap sebenarnya membuka rongga paru-paru lebih lebar. Hal tersebut diketahui mampu memperlancar aliran udara menuju paru-paru. Kerap kali kita merasakan paru-paru jauh lebih lapang daripada sebelumnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu olah napas yang sangat baik selain berolahraga.



  1. Jaminan masuk surga
Rasulullah pernah mengatakan bahwa siapapun yang melaksanakan shalat tahajud, maka jaminan surga baginya. Hal ini sempat pula diriwayatkan dalam salah satu hadits, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat, “ (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
  1. Pikiran jauh lebih segar
Bangun tidur pastinya Anda memiliki pemikiran yang jauh lebih jernih. Bayangkan saja, dalam 1 hari jantung manusia bekerja 100.000 kali dan bernapas sebanyak 20.000 kali. Setiap organ tersebut memerlukan waktu istirahat yang cukup. Nyatanya tidur adalah istirahat yang sangat baik bagi tubuh. Dengan begini, seluruh organ tubuh akan beristirahat dari setiap tugas beratnya. Tidur membantu tubuh memulihkan sel yang sempat terganggu, menambah kekuatan dan otak pun kembali bekerja dengan baik. Alasan tersebutlah yang menjadikan shalat tahajud dilaksanakan setelah bangun dari tidur. Pikiran yang jauh lebih fresh dan segar membuat gerakan shalat kita juga khusyu’ memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.
  1. Mendapat keringanan ketika dinasab di akhirat
Keutamaan lainnya dari shalat tahajud adalah keringanan di hari akhir nanti. Setiap orang pastinya mempunyai catatan dosa dan pahala yang akan diterima di akhirat. Apabila catatan amalnya lebih banyak, niscaya surga tempatnya. Namun bila sebaliknya, sudah barang tentu neraka adalah tempat yang tepat. Bagi kaum muslim yang taat, shalat tahajud bisa menjadi media untuk mendapatkan keringanan ketika dinasab di akhirat. Allah akan memberikan keutamaan ini kepada mereka yang memohon ampun dan berdoa di sepertiga malam.
  1. Memperoleh cinta Allah
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa orang yang selalu melaksanakan shalat tahajud akan memperoleh cinta dari Allah SWT. Sebagaimana Beliau bersabda pada Abu Darda’ r.a. tentang keutamaan shalat tahajud ini. Mereka yang memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan kenyamanan tidur, niscaya akan mendapat cinta dari Allah SWT. Kaum mukmin tersebut memutuskan meninggalkan syahwat mereka dan bersujud di hadapan sajadah. Segala pengampunan doa diberikan Allah kepada orang-orang tersebut. Tentu saja cinta Allah kepada orang-orang shaleh tak berputus hingga hari akhir dan perhitungan nanti.
  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Secara bio-teknologi, penemuan baru menyebutkan bahwa shalat tahajud mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Di samping itu, bagi para penderita kanker akan merasakan manfaat lainnya, yaitu menghilangkan rasa nyeri yang kerap melanda. Pada bidang ini pula dikatakan bahwa shalat tahajud meningkatkan respon positif yang sangat efektif dalam anastesi pra bedah. Alasan inilah yang menjadikan mengapa shalat tahajud sangat baik dilaksanakan oleh penderita penyakit berat sekalipun. Anda akan merasakan begitu banyak manfaat dalam gerakan shalat malam tersebut.
  1. Shalat yang paling afdhal setelah 5 waktu
Kewajiban setiap muslim dan muslimin di seluruh dunia adalah mengerjakan shalat 5 waktu. Allah SWT menyukai umat-Nya yang selalu mengingat-Nya baik dalam keadaan senang maupun sedih. Tak ada tempat berbagi ataupun mengadu yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Shalat tahajud menjadi salah satu ibadah yang paling afdol setelah shalat 5 waktu. Shalat tengah malam memberi kesempatan kepada Anda untuk beribadah lebih khusyu’. Waktu tersebut juga sangat tepat untuk berkeluh kesah dan memohon ampunan dari Sang Pencipta.

Sumber

Inilah Kalimat Luar Biasa Yang Diajarkan Pada Nabi Muhammad SAW saat Peristiwa Isra Miraj !




  Yes  Muslim  - Pada malam Isra’ Mi’raj ada suatu kalimat yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam pada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mau tahu apa itu?

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِهِ مَرَّ عَلَى إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ مَنْ مَعَكَ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذَا مُحَمَّدٌ.فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ مُرْ أُمَّتَكَ فَلْيُكْثِرُوا مِنْ غِرَاسِ الْجَنَّةِ فَإِنَّ تُرْبَتَهَا طَيِّبَةٌ وَأَرْضَهَا وَاسِعَةٌ. قَالَ « وَمَا غِرَاسُ الْجَنَّةِ ». قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Ibrahim ketika itu bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Ia menjawab, “Muhammad.” Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?” Ia menjawab, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah, pen.).” (HR. Ahmad, 5: 418. Hadits ini secara sanad itu dha’if. Namun kata Syaikh Al-Albani isi atau matan hadits itu shahih karena punya berbagai macam penguat. Lihat Al-Isra’ wa Al-Mi’raj karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hlm. 107-108)

Ada beberapa faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas:

Peristiwa Isra’ Mi’raj benar adanya.

Ketika melakukan isra’, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertemu para nabi di antaranya Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Nabi Muhammad ketika melakukan Isra’ Mi’raj ditemani oleh malaikat Jibril.

Umat Nabi Muhammad diajarkan oleh Nabi Ibrahim suatu kalimat yang menjadi tanaman di surga, menjadikan tanahnya di surga subur dan luas, yaitu kalimat Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah, pen.).

Makna kalimat laa hawla quwwata illa billah menunjukkan sifat pasrah dan tawakkal dalam hal menjauhi maksiat dan melakukan ketaatan, semuanya dimudahkan hanya dengan pertolongan Allah.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

لاَ حَوْلَ عَنْ مَعْصِيَةِ اللهِ إِلاَّ بِعِصْمَتِهِ، وَلاَ قُوَّةَ عَلَى طَاعَتِهِ إِلاَّ بِمَعُوْنَتِهِ

“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”

Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27)

Catatan: Kalimat Laa hawla wa laa quwwata illa billah bukan menjadi ritual khusus pada malam Isra’ Mi’raj. Pembahasan ini juga bukan jadi dalil bagi kaum muslimin untuk merayakan Isra’ Mi’raj karena mengenai kapan peristiwa besar itu terjadi tidak diberitahukan kepada kita dalam riwayat yang shahih. Generasi terbaik dari umat ini dari para salaf pun tidak pernah merayakannya. Wallahu a’lam.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

”Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isra’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isra’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isra’ tersebut.” (Zaad Al-Ma’ad, 1: 57)

Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.

Referensi:

Al-Isra wa Al-Mi’raj. Cetakan kelima, tahun 1421 H. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Penerbit Al-Maktabah Al-Islamiyyah.
Zaad Al-Ma’ad. Cetakan keempat, tahun 1425 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
Keutamaan “Laa hawla wa laa quwwata illa billah”
Arti “Laa hawla wa laa quwwata illa billah”
Perayaan Isra Miraj dalam Tinjauan

@ DS Panggang, Gunungkidul, 26 Rajab 1438 H
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal


Sumber : https://rumaysho.com/15640-kalimat-luar-biasa-diajarkan-pada-isra-miraj.html


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !