Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Doa Menyambut Bulan Puasa Ramadhan (Marhaban Ya Ramadhan)

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang bacaan doa untuk menyambut bulan puasa ramadhan yaitu bulan suci yang penuh barokah. Tentu kita semua sangat mendambakan bulan suci ramadhan ini dan menanti-nanti atau menunggu kehadiran bulan pausa yang penuh berkah. Mengingat beberapa hari kedepan kita memasuki bulan puasa ramadhan, maka sebagai rasa syukur dan bangga marilah kita berdoa bersama-sama untuk menyambut datangnya bulan ramadhan

Sebelum lebih jauh mempelajari doa menyambut puasa ramadhan, perlu kita ketahui bahwasanya tidak ada doa-doa khusus untuk menyambut bulan suci ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun para sahabatnya. Akan tetapi para sahabat dan para ulama generasi setelahnya menyambut bulan ramadhan dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Mereka ungkapkan kegembiraan ini dengan kalimat-kalimat yang mengandung doa kebaikan dan harapan.

Sebagaimana dilansir dari laman Konsultasi Syariah, bahwasanya Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – yang mengatakan,
كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم
 Artinya :
“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, bahwa beliau mengatakan,

Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
 Artinya :
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ
 Artinya :
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan”. (HR. Ahmad : 2346 dan 2387)

Itulah beberapa bacaan doa yang dapat kita ucapkan untuk menyambut bulan ramadhan. Semoga kita semua diberi kesehatan lahir batin dan berjumpa kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan suci ramadhan. Marilah kita berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin. 
Marhaban Ya Ramadhan......

AMALAN RASULULLAH KETIKA BERPUASA

Bulan suci Ramadhan bukan sekedar bulan puasa, bulan kesembilan dalam hitungan kalender Islam ini adalah bulan penggodokan jiwa bagi setiap umat muslim. Begitulah setidaknya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Selama  sebulan penuh, beliau tidak hanya berpuasa tapi juga menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan mengurangi nilai puasa  dihadapan Allah swt. Yang halal ditinggalkan apalagi  yang makruh.

Rutinitas sehari-hari beliaupun berubah, lebih didominasi oleh aktivitas ibadah, selain menganjurkan agar umat Islam mengakhirkan sahur dan mensegerakan berbuka. Nabi memberi contoh begitu banyak amal kebajikan dan ibadah sunnah. Mulai dari ibadah sosial seperti memberikan makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang tidak mampu, menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan hingga menjauhkan diri dari kesenangan dunia.

amalan-rasulullah-ketika-berpuasa

Ibadah sunnah yang dicontohkan Nabi tidak lain dimaksudkan agar umat Islam memberikan porsi ibadah lebih banyak di sepanjang bulan Ramadhan, ini sesuai dengan hakikat Ramadhan yang tidak hanya sebagai bulan suci, tetapi juga merupakan bulan untuk mensucikan diri dari lahir dan batin seorang muslim.

Maka tidak berkelebihan bila selepas Ramadhan umat Islam kembali fitrah, tentu ini hanya berlaku bagi mereka yang memaksimalkan ibadah dan menanggalkan perbuatan maksiat, munkar dan yang ke-sia-sian sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi semasa hidupnya.

Dari sekian banyak sunnah Nabi yang dicontohkan selama bulan puasa, berikut adalah sekelumit amalan beliau yang sepatutnya dilaksanakan oleh setiap umat muslim selama bulan suci Ramadhan.

Memberi Makan Kaum Dhu’afa

Ini adalah amalan utama yang tidak pernah ditinggalkan Nabi, beliau kerap mengundang orang tidak mampu untuk berbuka puasa dirumahnya meskipun hanya sebiji kurma, hal ini seirama dengan salah satu hikmah puasa agar umat Islam lebih menghayati penderitaan orang miskin yang setiap hari menahan lapar dan dahaga. Setelah tahu betapa tidak enaknya menjadi orang susah, diharapkan kepedulian terhadap kaum lemah semakin meningkat.

Rasulullah saw bersabda, ”Barang siapa memberi makanan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka baginya akan mendapat pahala seperti orang yang diberinya makan, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun” ( HR.Tirmidzi ).

Berlapang Dada dan Bersedekah  

Terhadap keluarga dan tetangga, Rasulullah menganjurkan umatnya agar melapangkan dada dan membuka pintu maaf seluas-luasnya, ini penting agar hati menjadi lebih tentram dan tenang dalam beribadah.

Beliau juga terkenal sebagai orang yang dermawan dan semakin meningkatkan kualitas kedermawanannya di bulan puasa. Khususnya terhadap fakir-fakir miskin, anak yatim piatu  dan para  janda  tua, hal ini  berdasarkan hadits dalam kitab Ash Shahihain (Bukhari dan Muslim).

Menahan  Lidah

Ini penting untuk dicermati karena dosa sering bersumber dari mulut, entah karena dusta, menebarkan ghibah, mengadu domba ataupun karena ucapan yang (tanpa disadari si empunya) menyakiti hati orang lain. Nabi mencontohkan umat Islam agar menahan lidah dan anggota badannya dari pembicaraan dan perbuatan yang berlebihan, meskipun tidak menimbulkan dosa.

Baca juga :
Kegemaran menggosipkan orang dan ngobrol tanpa arah yang jelas adalah contoh yang biasa ditinggalkan oleh Nabi. Beliau lebih memilih berdiam diri di mesjid dan berzikir serta membaca al-Qur’an. Apalagi kebiasaan berbohong yang jelas- jelas menghilangkan pahala puasa. Sabda Nabi, “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta maka Allah swt tidak membutuhkan makanan dan minuman yang telah ditinggalkannya.” (HR. Bukhari, Abu Daud.Tirmidzi, Nasaidan Ibnu majah).

Memperbanyak Membaca

Nabi juga menyibukkan diri dengan membaca tidak hanya al-Qur’an, tetapi semua buku yang mengandung ilmu pengetahuan. Satu riwayat menyebutkan bahwa  Rasulullah memperbanyak bacaan al-Qur’an dan mengkaji kandungannya bersama malaikat Jibril dan sahabatnya. Hal ini berdasarkan hadits, “Jibril menemui Nabi saw pada setiap malam bulan Ramadhan, dia mengajak beliau untuk menguji al- Qur’an” (HR Muttafaqun’alaih Bukhari Muslim).

I’tikaf di Mesjid

Terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kita dianjurkan I’tikaf karena I’tikaf merupakan ibadah yang lebih ampuh untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang terlarang. Dan dengan beri’tikaf, peluang untuk mendapatkan malam lailatul Qadar semakin besar. Imam Muslim meriyawatkan bahwa Rasulullah saw sangat rajin beri’tikaf, terlebih pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Umat Islam juga dianjurkan untuk mengajak sanak keluarganya untuk ikut beri’tikaf dan memperbanyak ibadah di malam hari, Aisyah ra berkata. “Apabila Nabi saw memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan, beliau menghidupkan dan membangunkan keluarganya dan mengencangkan sarungnya” (HR Muttafaqun’ alaih).

Meninggalkan Syahwat Yang Di bolehkan

Meskipun tidak membatalkan puasa, Nabi menjauhkan diri dari kenikmatan dunia yang tidak perlu, baik melalui pendengaran, penglihatan ataupun penciuman.

Contohnya adalah mencium wewangian ataupun mengenakan minyak wangi di siang hari, hal ini sunnah ditinggalkan karena di dalamnya terdapat hasrat untuk mencari kesenangan yang tentunya bertentangan dengan hikmah puasa. Perbuatan tersebut menurut Wahbah, makruh untuk dilakukan, sebab sama halnya dengan masuk ke kamar mandi di siang hari bulan suci Ramadhan.

Oleh Berbagai Sumber


Sumber : http://sajadahmuslimku.blogspot.co.id/2015/06/amalan-rasulullah-ketika-berpuasa.html

Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunah Senin Kamis Menurut Islam

Seperti yang sudah kami share sebelumnya, bahwa puasa senin kamis banyak sekali memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa, baik dari aspek kesehatan, aspek sosial dan berbagai aspek lainnya. 

Mungkin dari teman-teman ada yang bertanya "Apa yang menjadi dasar kenapa muslim melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis?". Perlu teman-teman ketahui, bahwa Rasulullah saw dilahirkan pada hari Senin dan pada hari ini pula Rasulullah mendapatkan wahyu dari Allah swt. Serta pada hari Senin dan Kamis amalan-amalan seorang hamba diangkat. 

Nah, apakah teman-teman sudah mengamalkan puasa sunah senin kamis? Semoga saja kita termasuk orang-orang yang selalu mengalamkan puasa senin dan kamis secara rutin. Amien.

 Untuk niatnya puasa senin kamis, silakan Anda bisa pelajari: Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Adapun beberapa manfaat/hikmah dan keutamaan dari puasa senin dan puasa kamis menurut islam adalah sebagai berikut : 
  

Berikut ini merupakan dalil keutamaan berpuasa Senin dan Kamis serta puasa sunnah lainnya. Rasulullah saw. bersabda:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد
 Artinya :
Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim).

عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صيام الاثنين والخميس
 Artinya :
Dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha- : bahwa Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam- sering melakukan puasa senin dan kamis. (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)
Maksud dari beberapa pintu surga dibuka pada dua hari tersebut; Senin dan Kamis, yaitu di saat inilah setiap orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan. Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
 Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai. (HR. Muslim)

Dari aspek kejiwaan, sosial serta kesehatan, berpuasa memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
Secara kejiwaan puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kuat di dalam diri. Inilah hikmah puasa yang paling utama. Allah berfirman:
 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Al-Baqarah: 183)

Catatan:
  • Bagi Anda yang suka merokok, dengan membiasakan diri berpuasa hari Senin dan Kamis atau berpuasa sunnah selainnya akan mampu meninggalkan kebiasaan merokok.
  • Dari aspek sosial terdapat manfaat bahwa dengan berpuasa sunnah senantiasa membiasakan pengamalnya untuk tetap disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, serta menimbulkan perasaan kasih sayang dalam diri muslim serta mengarahkan untuk selalu berbuat kebajikan.
  • Dari aspek kesehatan, dengan berpuasa sunnah akan membersihkan organ dalam tubuh, semisal; usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa serta endapan makanan, meminimalisir kegemukan dan kelebihan lemak dalam perut.
  • Manfaat lain dari berpuasa, akan meredam hawa nafsu; baik mengenai urusan makan dan minum atau saat ‘berhubungan’ dengan isteri, bisa pula meredam niat untuk atau hawa nafsu untuk berbuat kejahatan, meredam niat yang enggan mensyukuri nikmat serta meredam hal lain yang mengakibatkan kelengahan.
  • Manfaat selanjutnya guna mengosongkan hati untuk berkontemplasi (berpikir dan berdzikir).
  • Orang yang kaya yang berpuasa bisa merasajan seberapa nikmat Allah atas dirinya. Pada waktu berpuasa terdapat banyak orang miskin yang tidak merasakan nikmatnya makanan, segarnya minuman dan belum menikah. Dengan tidak menikmatinya hal-hal tersebut orang yang berkecukupan lantas dirinya berpuasa akan merasakan semua yang dialami oleh orang takmampu.
  • Dengan berpuasa pun aliran darah akan luput dari jalan setan pada setiap diri anak Adam. Pasalnya, setan masuk kepada anak Adam melalui aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu, Rasulullah saw. menjadikan puasa sebagai tameng guna menghalau nafsu syahwat nikah. Sehingga Rasulullah saw. memerintahkan umatnya yang belum mampu menikah untuk berpuasa. Hal ini bisa dibaca pada kitab Larhaa’iful Ma’aarif oleh Ibnu Rajab, hlm. 163.

Itulah beberapa hikmah/manfaat puasa senin kamis yang dapat kami share. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang selalu mengamalkan puasa sunnah ini.  


Sumber : http://www.blogkhususdoa.com/2015/03/hikmah-dan-keutamaan-puasa-sunah-senin-kamis.html

Ini 7 Amalan di Bulan Rajab, Lengkap Dengan Fadhilah, Keutamaan dan Lafadz Arabnya

Satu dari sekian banyak bulan yang istimewa dalam Islam adalah bulan Rajab, oleh karena itu mari kita isi awal bulan Rajab ini dengan amalan-amalan yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah.
Berikut ini disertakan tujuh amalan bulan Rajab lengkap dengan dengan lafadz Arabnya:
1.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ × ٧٠
Dibaca 70 kali setelah Shalat Subuh dan Maghrib dalam posisi masih Duduk Takhiyat Akhir
*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia Almaghfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi
Fadhilah:Barang siapa yang membaca Doa ini selama bulan Rojab maka ia tidak akan tersentuh api neraka, diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT sebanyak apapun dan Akan memperoleh welas asih kasih sayang Allah SWT.
2. Puasa 10 Hari Awal Bulan (tanggl 1 sampai 10 Rajab) Terutama 3 Hari Awal Bulan
*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia Almaghfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi
Fadhilah:
Barang siapa Puasa 1 Hari (hari pertama) Karena Allah SWT dan Iman, maka dapat menebus Dosa (kafaroh) selama 3 Tahun. Dan dapat dipastikan keridhaan Allah SWT yang besar padanya serta akan diberi pahala orang ibadah seumur hidup (paginya puasa dan malamnya Ibadah)
– Bila Puasa 2 hari:
Maka dapat menebus dosa selama 2 tahun. Dan akan diberi pahala yang sangat banyak & besar sampai ahli langit dan bumi tidak bisa menghitungnya.
– Bila Puasa 3 hari:
Maka dapat menebus dosa selama 1 Tahun. Dan akan diselamatkan dari malapetaka (balak) dunia dan siksa Akhirat. Dan akan terbebas dari penyakit gila, kusta sejenisnya serta dari ancaman Dajjal
– Bila puasa hari ke 4 dan seterusnya:
Maka dapat menebus dosa selama 1 bulan.
– Bila Puasa 7 hari:
Maka tertutuplah baginya 7 pintu neraka jahanam sehingga tidak akan masuk kedalamnya.
– Bila Puasa 8 Hari:
Maka terbukalah 8 pintu surga sehingga dapat masuk kedalamnya.
– Bila Puasa 10:
Maka segala permohonannya akan dikabulkan Allah SWT.
– Bila Puasa Setengah Bulan:
Maka diampuni dosa-dosa terdahulu amal buruknya diganti dengan amal baik.
3). Perbanyak Baca Istighfar Terutama SAYYIDUL ISTIGHFAR
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia Almaghfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi
Fadhilah:
Barang siapa baca di waktu sore lalu ia wafat dimalam itu, maka ia masuk surga. Dan bila di baca di pagi hari lalu ia wafat di hari itu maka ia masuk surga.
4. Perbanyak Baca Doa
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ
(Amaliyah Ijazah Guru Mulia AlHabib Abdul Qodir Bin Ali Bin Al Imamul Qutb Ghoust AlHabib Abu Bakar Assegaf Gresik)
Fadhilah:
Barang siapa yang mau membaca Doa tersebut, maka akan diberi Barokah Rizkinya, Umurnya, Anak keturunannya dan Diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya serta mendapat Rahmat keridhoan Allah SWT.
5.
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْحَيِّ الْقَيُّومْ × ١٠٠
Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 1 sampai 10 Rajab
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْأَحَدِ الصَّمَدْ × ١٠٠
Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 11 sampai 20 Rajab
سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفْ × ١٠٠
Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 21 sampai 30 Rajab
*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia AlHabib Abdul Qodir Bin Ali Bin Al Imamul Qutb Ghoust AlHabib Abu Bakar Assegaf Gresik
Fadhilah:
Barang siapa yang mau mengamalkanya maka akan diberi pahala yang tidak bisa disifati karena sangat banyaknya..
6.
اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥
Dibaca 35 Kali pada hari Jum’at terakhir bulan Rojab saat Khotib diatas mimbar
*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia AlHabib Ahmad Bin Abu Bakar Bin Ali Bin Al Imamul Qutb Ghoust AlHabib Abu Bakar Assegaf Gresik
Fadhilah:
Barang siapa yang mengamalkannya, maka tidak akan terputus uang di tangannya ditahun itu (diberi kejembaran rizki uang).
7. Perbanyak Baca Istighfar Rajab

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ اْلعَظِيْمَ ٣×
اَلَّذِيْ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
مِنْ جَمِيْعِ اْلمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ، وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَاكَرِهَ اللّٰهُ قَوْلاً وَفِعْلاً وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَّحَاضِرًا،
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَااَخَرْتُ وَمَااَسْرَفْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ وَمَااَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ اَنْتَ اْلمُقَدِّمُ وَاَنْتَ اْلمُؤَخِّرُ وَاَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ،
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ اِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَااَرَدْتُ بِه وَجْهَكَ اْلكَرِيْمَ فَخَالَطْتُهُ بِمَالَيْسَ لَكَ بِهِ رِضًى،
وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَا وَعَدْتُكَ بِه نَفْسِيْ ثُمَّ اَخْلَفْتُكَ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَادَعَالِيْ اِلَيْهِ اْلهَوَى مِنْ قَبْلِ اْلرُّخَصِ مِمَّااشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَعِنْدَكَ مَحْظُوْرٌ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ اَنْعَمْتَ بِهَاعَلَيَّ فَصَرَفْتُهَا وَتَقَوَّيْتُ بِهَاعَلَى اْلمَعَاصِيْ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِيْ لاَيَغْفِرُهَا غَيْرُكَ وَلاَيَطَّلِعُ عَلَيْهَااَحَدٌ سِوَاكَ وَلاَيَسَعُهَا اِلاَّ رَحْمَتُكَ وَحِلْمُكَ وَلاَيُنْجِيْ مِنْهَااِلاَّ عَفْوُكَ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ يَمِيْنٍ حَلَفْتُ بِهَا فَحَنَثْتُ فِيْهَا وَاَنَاعِنْدَكَ مَأْخُوْذٌ بِهَا،
وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ عَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مِنْ كُلِّ شَيِّئَةٍ عَمِلْتُهَا فِى بَيَاضِ النَّهَارِوَسَوَادِ الَّيْلِ فِى مَلاَءٍ وَخَلاَءٍ وَسِرٍّ وَعَلاَنِيَةٍ وَاَنْتَ اِلَيَّ نَاظِرٌ اِذَارْتَكَبْتُهَا تَرَى مَآاَتَيْتُهُ مِنَ اْلعِصْيَانِ بِهِ عَمْدًا اَوْ خَطَأً اَوْنٍسْيَانًا يَاحَلِيْمُ يَاكَرِيْمُ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ،
وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ فَرِيْضَةٍ وَجَبَتْ عَلَيَّ فِى اَنَآءِ الَّليْلِ وَاَطْرَافِ النَّهَارِ فَتَرَكْتُهَا عَمْدًا اَوْ خَطَأً اَوْنِسِيَانًا اَوْ تَهَاوُنًا وَاَنَا مَسْئُوْلٌ بِهَا وَمِنْ كُلِّ سُنَّةٍ مِنْ سُنَنِ سَيَّدِاْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمِ النَبِيِّيْنَ مُحَمَّدٍ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَتَرَكْتُهَا غَفْلَةً اَوْسَهْوًا اَوْ جَهْلاً اَوْ تَهَاوُنًا قَلَّتْ اَوْكَثُرَتْ وَاَنَا عَائِدٌ بِهَا،
وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ سُبْحَانَكَ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ لَكَ اْلمُلْكُ وَلَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ وَاَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ،
وَلاَحَوْلَ وَقُوَّةَ اِلاَّبِاللّٰهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

*)Amaliyah Ijazah Guru Mulia Almagfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi
Fadhilah:
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca Istighfar Rajab, maka akan dibangunkan 80 negeri di surga, setiap negeri mempunyai 80 mahligai, setiap mahligai mempunyai 80 rumah, setiap rumah mempunyai 80 kamar, setiap kamar ada 80 bantal dan setiap bantal 80 bidadari.”
Nabi SAW, juga bersabda kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. : “Wahai Ali, tulislah Raja Istighfar ini, karena siapa yang membacanya, atau menyimpan tulisannya didalam rumah, atau pada harta bendanya, atau tulisan itu dibawa kemana saja ia pergi, maka Allah SWT memberi kepadanya pahala 80000 nabi, 80000 shiddiqin, 80000 Malaikat, 80000 orang mati syahid, 80000 orang beribadah Haji Dan pahala membangun 80000 masjid.”
Dan barang siapa yang membacanya sebanyak 4 kali atau 2 kali sepanjang hidupnya, maka akan diampuni dosanya oleh Allah SWT, walaupun ia ditetapkan akan masuk neraka.
Oleh karena itu, sebaiknya ISTIGHFAR RAJAB ini dibaca setiap malam atau siang, agar memperoleh pahala sebesar itu.
Guru Mulia Almaghfurlah KH. Muhammad Anwar Basya Bin Abu Bakar Asnawi menganjurkan untuk membaca ISTIGHFAR RAJAB setelah Shalat malam atau setelah Shalat Dhuha atau sebisanya minimal sehari dibaca Satu kali kapanpun & Dimanapun terutama selama Bulan Rajab.
Semoga manfaat dan barokah

اللّهمّ آمين ياربّ العالمين

Luarr biasa!!! bisa di share keteman-teman !! Terbongkar Rahasia Cantik Bagi Wanita Tanpa Kosmetik Murah dan Alami..

Siapa seh yang tidak ingin selalu tampil cantik. Kecantikan merupakan salah satu hal yang didambakan oleh kaum wanita. Tidak jarang berbagai cara dilakukan untuk bisa mendapatkan  wajah berseri, sehat dan cantik. Bahkan dengan mengeluarkan materi yang tidak sedikit dengan risiko kosmetik yang besar pula. Padahal ada cara sederhana dan aman yang bisa diterapkan kaum muslimah.

Wudhu menjadi cara yang aman dan murah untuk bisa menjadi cantik tanpa efek samping. Tidak hanya kajian secara keagamaan, namun dibuktikan dengan kajian ilmiah yang menggunakan uji sains. Tidak hanya cantik dari luar, wudhu bisa memunculkan kecantikan wanita dari dalam.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yg baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. ALLAH tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi DIA hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-NYA bagimu supaya kamu bersyukur.”(QS. Al-Maidah: 6).

Penemuan menakjubkan dari Prof. Leopold Werner von Ehrenfels, seorang ahli psikiater dan neurology kebangsaan Austria memngungkapkan tentang keajaiban berwudhu. Dari analisisnya dia mengungkapkan bahwa pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi tangan dan kaki. Pusat syaraf tersebut sangat sensitive terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudhu yang membasuh pusat syaraf tersebut.

Ulama fiqih juga menjelaskan bahwa wudhu juga merupakan upaya untuk memelihara kebersihan. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, daerah muka, dan kaki merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, daerah tersebut harus dibasuh untuk menghindari penyakit kulit yang umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan seperti sela-sela jari tangan, kaki, dan belakang telinga.

Republika: "dokter Ahmad Syauqy Ibrahim peneliti hidung, penyakit dalam, dan penyakit jantung di London mengatakan : "Para pakar sampai kepada kesimpulan: Pencelupan anggota tubuh ke air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan dan insomania (susah tidur)". Nah dari laporan tersebut bisa kita tarik kesimpulan, bahwa air wudhu mampu menjaga wajah wanita tetap cantik.

Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu), maka bahan kimi tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.

Di dalam buku Mukjizat Berwudhu karya Drs. Oan Hasanuddin, R.O, Akp, MA. dijelaskan bahwa anggota badan yang dibasuh air wudhu memiliki titik akupresure dan akupunktur yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Titik-titik tersebut merupakan bagian titik pijat dan akupunktur untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Penelitian yang dilakukan memang terbukti, wudhu dapat dapat membuat menjadi lebih cantik dan berseri, tapi alangkah baiknya bila bukan hanya mengejar alasan ini tapi karena dilandasi oleh ingin mendapat ridho dari Allah Swt.. karena selain dapat kecantikan kita juga dapat

Sumber : http://www.diberitakan.com/2017/02/luarr-biasa-bisa-di-share-keteman-teman.html

Doa Agar Terhindar Dari Ajaran Yang Menyesatkan Agama

Ini adalah do’a yang diajarkan Rasulullah Saw. agar terhindar dari tipuan dunia dan terhindari dari Ajaran Tanduk Setan dari Najd dan sejenisnya. Do’a ini diambil dan diterjemahkan langsung dari kitab ” صلوات الثناء على سيد الأنبياء ” karya Syeikh Yusuf bin Isma’il an-Nabhani, halaman 195, cetakan “Darul Kutub al-‘Ilmiyyah”, Beirut – Libanon.
Do’a ini pun tercantum dalam salah satu do’a setelah selesai membaca “Shalawat al-Fatih” dan rangkaian do’a lainnya, yang menjadi wiridan spesial dari “Jam’iyyah Shalawat al-Fatih Nurul Yaqin as-Sarkubiyyah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلَ بِه ِبَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَّلِّغُنَا بِهِ جَنّتَكَ ، وّمِنَ اْليَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا ، وَأَبْصَارِنَا ، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
 
Allahumma iqsim lana min khosy-yatika maa tahula bihi bainana wa baina ma-‘ashika, wa min tho’atika maa tuballighuna bihi jannataka, wa minal yaqini maa tuhawwinu bihi ‘alaina masho-ibad dunya.
Allahumma matti’na biasma’ina wa abshorina wa quwwatina maa ahyaitana, waj’alhul waritsa minna, waj’al tsa’rana ‘ala man dzalamana, wanshurna ‘ala man ‘aadana, wa laa taj’al mushibatana fi diinina wa laa taj’alid dunya akbara hammina, wa laa mablagha ‘ilmina wa laa tusallit ‘alaina man laa yarhamuna.
 
kitab " صلوات الثناء على سيد الأنبياء "
kitab ” صلوات الثناء على سيد الأنبياء “
”Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami berupa rasa takut kepada-Mu yang dapat menjadi penghalang antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu. Ya, Allah, anugerahkanlah untuk kami berupa ketaatan kami yang dapat mengantarkan kami ke surga-Mu. Ya, Allah, anugerahkanlah untuk kami berupa keyakinan yang Engkau ringankan kepada kami menghadapi musibah di dunia.
 
Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami berupa pendengaran kami, penglihatan kami, dan kekuatan kami selama Engkau hidupkan kami. Jadikanlah hal tersebut sebagai pewaris dari kami. Jadikanlah pembalasan kami atas mereka yang menganiaya kami. Berikanlah kami pertolongan atas orang-orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau jadikan musibah dalam agama kami. Janganlah Engkau jadikan urusan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan sebagai puncak tujuan ilmu kami. Dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak mengasihani kami.”

Sumber : http://www.fiqhmenjawab.net/2016/06/doa-agar-terhindar-ajaran-menyesatkan-agama/

Hikmah Kisah Ali Bin Abi Thalib, Engkau Bebas karena Allah!




KETIKA menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib telah kehilangan baju besinya pada perang Jamal. Suatu ketika ia berjalan-jalan di pasar, ia melihat baju besinya ada pada seorang lelaki Yahudi. Ali menuntut haknya atas baju besi itu dengan menunjukkan ciri-cirinya, tetapi si Yahudi bertahan bahwa itu miliknya.

Ali mengajak si Yahudi menemui kadhi (hakim) untuk memperoleh keputusan yang adil. Yang menjadi kadhi adalah Shuraih, seorang muslim. Ali menyampaikan kepada kadhi tuntutan kepemilikannya atas baju besi yang sedang dibawa oleh si Yahudi.Ia menunjukkan ciri-cirinya, dan membawa dua orang saksi, Hasan putranya sendiri dan hambanya yang bernama Qanbar.

Mendengar penuturan Ali, yang tak lain adalah Amirul Mukminin yang menjadi ‘Presiden’ kaum muslimin saat itu, Shuraih berkata dengan tegas, “Gantikan Hasan dengan orang lain sebagai saksi, dan kesaksian Qanbar saja tidak cukup!”

“Apakah engkau menolak kesaksian Hasan?” Tanya Ali kepada Shuraih, “Padahal Rasulullah pernah bersabda Hasan dan Husain adalah penghulu pemuda di surga?”

“Bukan begitu Ali,” Kata Shuraih, ia sengaja tidak menyebut Amirul Mukminin, karena begitulah kedudukannya di depan hukum, ia meneruskan, “Engkau sendiri pernah berkata bahwa tidak sah kesaksian anak untuk bapaknya.”

Karena Ali tidak bisa menunjukkan saksi lain yang menguatkan kepemilikannya atas baju besi itu, Shuraih memutuskan baju besi itu milik si Yahudi, dan Ali menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

Si Yahudi begitu takjub dengan peristiwa ini. Ia-pun mengakui kalau baju itu ditemukannya di tengah jalan, mungkin terjatuh dari unta milik Ali. Ia langsung mengucapkan syahadat, menyatakan dirinya masuk Islam, dan mengembalikan baju besinya kepada Ali. Tetapi karena keislamannya ini, justru Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepadanya, dan menambahkan beberapa ratus uang dirham. Lelaki ini selalu menyertai Ali sehingga ia terbunuh syahid dalam perang Shiffin.



“Engkau Bebas karena Allah!”

Suatu ketika Ali memanggil salah seorang budaknya, tetapi tidak ada jawaban. Sampai dua dan tiga kali ia mengulanginya tetapi belum juga datang. Maka Ali mencari keberadaan budaknya tersebut, yang ternyata tidak jauh dari tempat itu. Dengan heran Ali berkata,”Tidakkah engkau mendengar panggilanku, wahai Ghulam!”

Dengan santai budaknya itu berkata, “Ya, saya mendengar!”

“Mengapa engkau tidak memenuhi panggilanku?”

Jawabannya sungguh mengejutkan, budak itu berkata, “Saya sangat mengenalmu, dan saya merasa tidak bakal dihukum, karena itu saya membiarkan saja panggilan itu!!”

Bagi Ali, seorang budak dimaksudkan untuk memudahkan kehidupan, khususnya untuk merambah jalan akhirat, kalau sikapnya seperti itu justru akan mengotori hati saja. Karena itu ia berkata, “Engkau bebas karena Allah, engkau aku merdekakan!”

Sumber

keluar dari Metro TV, ini Kisah Sandrina Malakiano, Ketika Hijab Lebih Utama ketimbang Pekerjaan




KISAH berikut mungkin sudah lama, usang, dan kabur dimakan usia. Namun untuk sebuah hikmah dan pelajaran, tidaklah ada yang tua, kolot dan rapuh. Semua membarukan diri kedalam masa itu sendiri.

SEJAK memutuskan untuk berjilbab, sosok Sandrina Malakiano tak lagi membawakan berita, Ia menghilang. Metro TV tempat ia bekerja dikecam karena melarang Sandrina Malakiano mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak jajaran pimpinan level atas Metro TV berdiskusi panjang. Larangan inilah menjadi alasan Sandrina untuk keluar dari Metro TV.

Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan.

Saya sendiri yakin bahwa ” sebagaimana Islam mengajarkan ” di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan.

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi Metro TV.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-1n1wdL2sC3cjgs9o5weOEgnliciu5h50z_JVzUyF4-Npddh5uzVBQQ7WzUuNDgiu5cE7XoK2bn-wHeyZL9edNcbquMFpce4BkofZBiGcfVeefClQ5Z_3gxWyZgqIzvca8cAzVsHWodY/s1600/sandrina.jpg

Hikmah Berjilbab

Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah sakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro TV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di rumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu.

Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat inap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari di ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik. Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorak keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan.

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para profesor di acara Ensiklopedi Al Quran selama Ramadhan tahun lalu, misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif, dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu Islam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia, mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap kemajemukan, dan melindungi minoritas.

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.

Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisa tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku dirinya liberal dalam berislam.

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle ” seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua ” di sebuah lembaga nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.
Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme “mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya” ternyata bisa bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal. [rf/Islampos]
Catatan: Pada Mei 2006, keputusan yang sulit pun akhirnya ia ambil. Sandrina resmi keluar dari stasiun televisi tersebut.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Rasulullah SAW bertanya : Apakah Kau Telah Meninggalkan Uang Belanja untuk Istrimu ?


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHIgHwaNOwJ52l_VvtjBxm-mnAy6h4-rXUmb-IOxPW5IKFh637M-IOZxNK7xdyfYwlX-mdNjt12w_60RkZ7CeBtm_1hn90d-R6GSOpM4e5Hya37UCmPLMq1gYh2D8fK1VAL5n5ey95ighc/s1600/BILALLLLL.jpg

KETIKA Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas, Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas.

Melihat itu, sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW, “Sepertinya Abdurrahman berdosa terhadap keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya.”

Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah engkau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”



“Ya!” jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan.”

“Berapa?” tanya Rasulullah.

“Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah,” jawabnya.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Dahulu Saudaramu Sering Sekali Mengakhirkan Shalat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXDz_2M27_B9OH_mifbc5SbT8xNDrHUHwEfttjLyvaud7w9m9GmtMtxCxeh1L-twrUJpt-V-iiewHCrGXERjKlEPjBPVu0T18Z3P2ha2O1In-5diZngvaUMSLhMeQ5-bCmA0VRzCycxTip/s1600/Screenshot_77.png


“APA mungkin barangku terjatuh di dalam kubur saudaraku,” kata hati seorang perempuan. Ia baru saja ditinggal mati oleh saudaranya. Sesampai di rumah setelah mengikuti prosesi pemakaman, ia menyadari bahwa ada barangnya yang hilang. Hatinya bingung antara kembali ke area pemakaman untuk mencari barangnya tersebut, atau membiarkan raib begitu saja.

Setelah dipertimbangkan matang-matang, perempuan itu memutuskan untuk mencari barangnya tersebut. Sebab, barang itu sangat berharga baginya. Lalu ia meminta tolong kepada salah seorang sahabatnya untuk menggali kuburan saudarnya itu.

Kemudian, perempuan tersebut menuju ke tempat pemakaman bersama sahabatnya untuk menggali kuburan adiknya. Setelah digali, barang tersebut benar-benar terdapat di dalam kuburan itu.

“Syukurlah, ternyata barangku sudah ketemu,” kata perempuan tersebut.



Setelah mengamankan barangnya yang sempat hilang, tiba-tiba terbesit keinginan dari perempuan tersebut untuk mengetahui kondisi saudaranya yang sudah berbaring di liang lahat. Lalu, ia membuka liang lahat saudaranya. Alangkah kagetnya ia, di dalam liang lahat tersebut ia melihat pancaran api. Ia pun langsung menutup kembali liang lahat tersebut dan bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, ia menemui ibunya dan bertanya, “Wahai Ibu, apakah yang telah dikerjakan saudaraku semasa hidupnya?”

Lalu, Ibu menjawab, “Mengapa kamu bertanya seperti itu?”

“Ibu, aku melihat di dalam liang lahat saudaraku terdapat pancaran api.”

Dengan wajah sedih, ibu menuturkan, “Dahulu, saudaramu sering kali mengakhirkan shalat, mengerjakan shalat tidak berwudhu terlebih dahulu, dan menguping rahasia tetangga, lalu menyebarluaskan rahasia tersebut.”

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !