Tampilkan postingan dengan label Misteri / Ghaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri / Ghaib. Tampilkan semua postingan

3 Jenis Siksa Kubur Paling Menyakitkan untuk Manusia yang Melakukan Hal ini



youtube.com

  Yes  Muslim  - 
Percaya kepada hari akhir adalah bentuk iman kita atas kebenaran agama ini yaitu Islam Rahmatan Lil Alamin. Karena manusia tidak hidup untuk selamanya dan akan ada masa dimana jiwa berpisah dengan raga ketika malaikat maut datang untuk memisahkan.

Setelah fase itu, manusia akan masuk dalam masa penantian menunggu hari kiamat di alam kuburnya.

Meski belum ada surga dan neraka, namun di alam kubur jiwa manusia akan menerima balasan sesuai apa yang dilakukannya semasa hidup. Jika mereka adalah hamba yang taat mengerjakan amal kebaikan, maka alam kubur menjadi tempat penantian yang mudah.

Sebaliknya, alam kubur menjadi tempat menyakitkan bagi orang yang selama hidupnya melakukan keburukan. Azab dan siksaan yang diterima pun ada bermacam bentuk. Tiap bentuknya layaknya melakoni siksaan pedih di neraka. Lalu apa saja bentuk siksaan yang ada di dalam kubur. Berikut ulasannya.

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi


Siksaan pertama yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW adalah pukulan dengan palu yang terbuat dari besi. Pukulan ini akan ditujukan dibagian wajah hingga jeritan mereka terdengar oleh penduduk bumi, kecuali jin dan manusia. Siksaan ini ditujukan kepada orang-orang yang mengingkari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda yang artinya: Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya“Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.”

Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” [Muttafaqun ‘alaih]



2. Disempitkan Kuburnya

Siksa selanjutnya adalah disempit kan kuburnya. Siksaan ini ditujukan kepada orang yang meninggal dalam keadaan yang tidak membawa amal kebaikan apa-apa. Allah SWT kemudian menghimpit kuburnya dan akan didatangkan temannya dengan kondisi yang jelas dan buruk rupa.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya.

Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’

Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’

Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’

Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

3. Berbagai Siksaan Mengerikan 


Dosa-dosa selama menjalani hidup di dunia juga akan dibalas ketika sudah berada di alam kubur. Berbagai siksaan akan menimpa bagi mereka yang melakukan banyak dosa.

Seperti mulut yang robek, siksaan di sungai darah, serta siksaan berupa lemparan batu. Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Alquran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Demikian Tiga Bentuk Siksaan Kubur yang Menyakitkan. Semoga kita selalu terhindar dari bentuk tindakan buruk selama menjalani kehidupan di dunia. Sehingga saat berada di alam kubur menanti kiamat, kita berkumpul dengan orang-orang di sana yang bahagia.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Kisah Nyata: Meninggal Dalam Keadaan Berjoget, Tubuh Jenazah Ini Kaku Saat Dimakamkan

  Yes  Muslim  - Sebagai seorang pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia sama sekali belum pernah melihat pemandangan ganjil seperti ini. Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika langsung pingsan.

Kisah Nyata: Meninggal Dalam Keadaan Berjoget, Tubuh Jenazah Ini Kaku Saat Dimakamkan
Ilustrasi


Beberapa keluarga mayat datang untuk berusaha menyadarkannya, setelah sadar ia segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya,

“Wahai saudariku yang kucintai karena Allah, seumur hidup baru kali ini saya melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari dan tubuhnya meliukliuk, apa yang sebenarnya dilakukan putrimu semasa hidupnya?”

Sang ibu dengan terisak mengisahkan kehidupan putrinya, bahwa semenjak remaja ia menggandrungi musik dan nyanyian. Ia sangat terobsesi dengan musik dan tarian, sangat susah bagi sang ibu untuk menasehatinya.

Ia senang menonton lagu - lagu favorit yang sedang hits dalam video klip, menyukai penyanyi - penyanyi tersebut dengan penuh cinta. Hidupnya hanya di isi dengan menonton nyanyian dan mendengarkan musik.

Suatu hari gadis belasan tahun itu datang dalam sebuah pesta pernikahan, karena memang ia diundang oleh temannya. Dalam sebuah pesta tentu saja di dalamnya diisi nyanyian dan musik.

Maka ketika lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak dapat menahan dirinya untuk ikut berjoget dan menari. Mulailah ia menari dan bernyanyi dengan riangnya. Dalam keadaan yang sangat bersemangat itu tiba-tiba ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja besi yang ada di depannya.

Ia lalu pingsan dan tak sadarkan diri. Orang - orang di sekitarnya berusaha menolong, namun sayang ia telah tiada. Dan, tubuhnya kaku (benarbenar kaku dan keras) tidak dapat digerakkan sama sekali. Dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar penjelasan sang ibu, pemandi mayat yang juga ustadzah ini berusaha tenang ketika memandikan mayat gadis malang tersebut. Ia pun berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Namun yang terjadi selanjutnya sungguh diluar dugaan, Karena jasad gadis tersebut benar-benar kaku seperti batu, ia tidak dapat menekukkan tangan sang mayat, akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam keadaan sebagaimana adanya.

Jika akhir hidup manusia yang menggemari para penyanyi seperti di atas mendapatkan hukuman seperti itu.

Subhanallah, tidakkah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah? Tidak menjadi jaminan usia yang muda tidak akan diburu ajal?

Tidakkah kita takut ketika kita melakukan maksiat tiba-tiba Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak?

Semoga Allah menjadikan kita senatiasa istiqomah dalam ketaatan dan memberikan anugrah kematian khusnul khatimah. Aamiin.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Isra Miraj, perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW tembus 7 langit !




  Yes  Muslim  -  Hari ini, seluruh Muslim merayakan Isra Miraj. Umat Islam mengenal Isra Miraj merupakan perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Sebenarnya Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa berbeda. Namun karena dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebutlah Isra Miraj.

Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Dalam beberapa hadits yang di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat tengah menunaikan salat di Masjid di Madinah, turunlah QS. Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan Umat Islam agar memalingkan wajah (berkiblat) ke Masjid Al-Haram.

"Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjid Al-Haram itu adalah benar dari tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan."

Kendati demikian, dengan adanya perubahan kiblat ini, Islam tidak lantas 'meminggirkan' kedudukan Masjdi Al-Aqsha. Al-Quran telah menempatkan Masjid Al-Aqsha dalam kemuliaan. Terlebih saat peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

"Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Al-Isra: 1) [gil]


 Dalam perjalanan bertemu Sang Pencipta, selain ditemani malaikat Jibril, Rasullulah mengendarai Buraaq, yakni hewan putih panjang, berbadan besar melebihi keledai dan bersayap. Dikisahkan Buraaq, sekali melangkah bisa menempuh perjalanan sejauh mata memandang dalam sekejap untuk melewati 7 langit dan bertemu dengan para penghuni di setiap tingkatan.

Dalam hadits tersebut dikisahkan, di langit tingkat pertama, Rasullulah SAW bertemu dengan manusia sekaligus wali Allah SWT pertama di muka bumi, Nabi Adam AS.

Saat bertemu nabi Adam, Rasullulah sempat bertegur sapa sebelum akhirnya meninggalkan dan melanjutkan perjalanannya. Nabi Adam membalasnya dengan membekali Rasulullah lewat doa agar selalu diberi kebaikan pada setiap urusan yang dihadapinya.

Kemudian di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Seperti halnya di langit pertama, Rasullulah disapa dengan ramah oleh kedua nabi pendahulunya.

Sewaktu akan meninggalkan langit kedua, Nabi Isa dan Yahya juga mendoakan kebaikan kepada rasullulah. Kemudian rasullulah bersama Malaikat Jibril terbang lagi menuju langit ketiga.

Lalu di langit ketiga, Rasullulah bertemu dengan Nabi Yusuf, manusia tertampan yang pernah diciptakan Allah SWT di bumi. Dalam pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan sebagian dari ketampanan wajahnya kepada Nabi Muhammad. Dan juga di akhir pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan doa kebaikan kepada nabi terakhir itu.

Setelah berpisah dengan Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Muhammad melanjutkan perjalanan dan sampailah dia ke langit keempat. Pada tingkatan ini, Rasullulah bertemu Nabi Idris. Yaitu manusia pertama yang mengenal tulisan, dan nabi yang berdakwah kepada bani Qabil dan Memphis di Mesir untuk beriman kepada Allah SWT.

Seperti pertemuan dengan nabi-nabi sebelumnya, Nabi Idris memberikan doa kepada Nabi Muhammad supaya diberi kebaikan pada setiap urusan yang dilakukannya.

Selanjutnya di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun. Yaitu nabi yang mendampingi saudaranya, Nabi Musa berdakwah mengajak Raja Firaun yang menyebut dirinya tuhan dan kaum Bani Israil untuk beriman kepada Allah SWT.

Harun terkenal sebagai nabi yang memiliki kepandaian berbicara dan meyakinkan orang. Di langit kelima, Nabi Harun mendoakan Nabi Muhammad senantiasa selalu mendapat kebaikan pada setiap perbuatannya. [gil]

 Pada langit keenam, Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Musa. Yaitu nabi yang memiliki jasa besar dalam membebaskan Bani Israil dari perbudakan dan menuntunnya menuju kebenaran Illahi.

Selama bertemu dengan Muhammad, Nabi Musa menyambut layaknya kedua sahabat lama yang tidak pernah bertemu. Sebelum Nabi Muhammad pamit meninggalkan langit keenam, Nabi Musa melepasnya dengan doa kebaikan.

Perjalanan terakhir, Nabi Muhammad ke langit ketujuh bertemu dengan sahabat Allah SWT, bapaknya para nabi, Ibrahim AS. Sewaktu bertemu, Nabi Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Mamuur, yaitu suatu tempat yang disediakan Allah SWT kepada para malaikatnya. Setiap harinya, tidak kurang dari 70 ribu malaikat masuk ke dalam.

Kemudian Nabi Ibrahim mengajak Muhammad untuk pergi ke Sidratul Muntaha sebelum bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah wajib salat. Sidratul Muntaha merupakan sebuah pohon yang menandai akhir dari batas langit ke tujuh.

Masih dalam hadits yang sama, rasullulah SAW menceritakan bentuk fisik dari Sidratul Muntaha, yaitu berdaun lebar seperti telinga gajah dan buahnya yang menyerupai tempayan besar. Namun ciri fisik Sidratul Muntaha berubah ketika Allah SWT datang. Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak bisa berkata-kata menggambarkan keindahan pohon Sidratul Muntaha.

Pada kepecayaan agama lain, Sidratul Muntaha juga diartikan sebagai pohon kehidupan. Di Sidratul Muntaha inilah Nabi Muhammad berdialog dengan Allah SWT, untuk menerima perintah wajib salat lima waktu dalam sehari. [gil]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Begini Cara Menangkal Santet Sesuai Sunnah Rasulullah

Assalamu'alaikum pak ustad, Saya ingin bertanya tentang masalah nujum atau yang disebut-disebut orang santet. sebenernya saya tidak percaya itu ada, namun banyak yang bilang itu sering dilakukan orang.

Kebetulan ada teman saya yang kena santet (informasi dari orang pinter katanya). Yang bilang dia kena santet dengan alasan persaingan bisnis. ada tetangga nya yang tidak suka lalu mengirimkan hal yang tidak baik tersebut.

Yang saya ingin tanyakan adalah:

1. apakah benar santet itu ada?

2. bagaimana cara mengatasi/ mencegah agak tidak terkena itu, dan apabila emang itu ada dan terkena itu bagaimana mengatasinya

3. kalaupun itu tetangganya itu bener melakukan nya, berarti dia telah melakukan hal yang menyerang atau menzalimi dan ada hak kita untuk membalas, menurut ustad bagaimana seharus nya bersikap dalam hal ini

Terima kasih banyak pak ustad.

Begini Cara Menangkal Santet Sesuai Sunnah Rasulullah
Ilustrasi Santet


Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sejak dari awal, urusan santet ini sepenuhnya sudah berlumur dosa. Mulai dari dukun yang memberi informasi tentang adanya 'kiriman' santet dari si fulan dan si fulan, hingga teknik bagaimana mengatasi santet itu sendiri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sejak mulai dari informasi (tuduhan) dari si dukun, bahwa ada kiriman santet dari si fulan dan si fulan, informasi ini saja sudah merupakan fitnah besar. Biasanya berisi kebohongan yang berlipat. Benar atau tidak benar informasi itu, yang pasti sumber informasinya sudah pasti jin atau setan. Dan mendapat informasi dari jin atau setan sudah merupakan larangan dan dosa.

Apalagi kalau ternyata info itu salah, dan kebanyakannya memang salah, maka dosa tuduhan yang salah sudah terbayang. Dan inilah fitnah awal dari sebuah santet.

Anggaplah misalnya setan dan jin itu memang punya kekuatan ghaib, sehingga punya kemampuan 'mengirim' penyakit atau penderitaan tertentu, maka sangat besar kemungkinannya semua merupakan konspirasi. Wah, rupanya para jin itu juga jagoan konspirasi. Ya, mereka memang punya mafia layaknya dunia mafioso.

Konspirasi untuk menjerat manusia sudah seringkali mereka lakukan.Biasanyalangkah pertamanya, satu jin mengerjai seseorang, entah dengan cara dibuat takut atau dirasuki.

Langkah berikutnya, mafia jin itu memanfaatkan dukun untuk memberi info bahwa orang yang sering kerasukan jin itu sebenarnya disantet oleh seseorang. Sehinggaorang-orang pun berusaha untuk memusuhi orang yang dituduh punya ilmu santet itu. Maka jadilah peperangan hingga saling berbunuhan antara sesama manusia.

Langkah lainnya adalah membisiki para dukun lain untuk melawansantet dengan santet juga. Tapi hebatnya, agar tidak dianggap santet, biasanya diberi embel-embel yang menarik dan menipu. Misalnya, ilmu itu tidak dibilang santet, tetapi berbagai bentuk penghalusan seperti isilah 'ilmu putih'.

Kesannya agak masuk akal, orang-orang aka menganggap bahwa namanya saja ilmu putih, berartiilmu itu ilmu yang baik. Apalagi yang melakukannya orang yang pakai kostum pak haji, lengkap dengan peci haji, sorban, sarung, tasbih, bahkan jubah. Lalu mereka melakukan ritual-ritual aneh seolah-olah sedang bertarung dengan jin.

Padahal jelas sekali ujung-ujungnya, ternyata mereka juga berkolaborasi dengan jin juga.Ternyata yang dibilang sebagaiilmu putih dandianggap baik itu menggunakan kekuatan jin, teman mafia jin yang pertama.

Kalau anda pernah mengerti dunia tender dalam bisnis, mungkin anda pernah dengar adanya kongkalikong antara pejabat dan pengusaha. Walau pun ada keharusan tender, tapi si pengusaha memasukkan tiga proposal dengan nama yang berbeda, padahal ujung-ujungnya sama. Proposal mana pun yang akan menang, tetap saja dia jugayang memenangkan tender itu.

Akal bulus yang sama juga dilakukan oleh mafian jin. Bahkan boleh dibilang justru mereka inilah yang mula-mula mengajarkan teknis licik itu.

Cara Menangkal Santet Sesuai Sunnah Rasulullah

Buat kita yang beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW, melawan santet yang semata-mata merupakan sihir dari jin tentu sudah jelas caranya, yaitu dengan ruqyah syar'iyah. Dan hanya itulah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW dan syariah Islamiyah.

Para Ulama mengatakan bahwa ruqyah adalah suatu bacaan dan doa yang dibacakan dan ditiupkan untuk mencari kesembuhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawamengatakan bahwaruqyah artinya memohon perlindungan. Dan Sa’ad Muhammad Shadiq menyebutkan bahwa ruqyah pada hakekatnya adalah berdoa dan tawassul untuk memohon kepada Allah kesembuhan bagi orang yang sakit dan hilangnya gangguan dari badannya.

Dalil tentang masyru'iyah ruqyah ini ada banyak, di antaranya adalah firman Allah SWT berikut ini:

Dan kami turunkan Al-Qur’an yang dia itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.(QS. Al-Isra': 82)

Katakanlah: Dia (Al-Qur’an) bagi orang-orang yang beriman sebagai petunjuk dan obat. (QS. Fushshilat: 44)

Sedangkan dari sunnah nabawiyah, dalil tentang ruqyah syar'iyah antara lain:

Dari Aisyah ra berkata bahwa Nabi SAW pernah meniup untuk dirinya dalam keadaan sakit menjelang wafatnya dengan bacaan Al-Mu’awwidzat, surat Al-Ikhlash dan Al-Mu’awwidzatain. Maka ketika beliau kritis, akulah yang meniupkan bacaan itu dan aku usapkan kedua tangannya ke tubuhnya karena keberkahan tangannya. (HR Bukhari, Muslim).

Dari ‘Asiyah ra berkata bahwaRasulullah SAW bila sakit, jibril meruqyahnya. Ia berkata: “Dengan nama Allah, dia membebaskanmu, dan dari setiap penyakit dia menyembuhkanmu, dan dari setiap orang yang dengki ketika dengki, dari setiap orang yang punya mata berbahaya. (HR.Muslim, dalam Syarah An Nawawi 4/1718)

Dari Ibnu Abbas bahwa wanita datang membawa anaknya pada RasulullahSAW dan berkata ”Wahai rasul, ia terkena penyakir gila”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memantrainya (meruqyah) dan mengusap dadanya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya seperti binatang kecil lalu bergerak.

Ubay ibn Ka’ab berkata: Ketika aku berada di dekat Rasulullah SAW datanglah seorang Arab Badui menemui beliau seraya berkata: “Wahai nabi Allah! Sesungguhnya saudaraku sedang sakit. ”Apa sakitnya” balas Beliau. Ia menjawab, ”Ia kerasukan Jin, wahai nabi Allah.” Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi, ”Bawa saudaramu itu ke sini!”Maka orang itu pun membawakan saudaranya itu kehadapan baliau. Maka Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk diri saudaranya itu dengan membacakan surah Al-Fatihah, empat ayat pertama dari surah Al-Baqarah, dua ayat pertengahan darinya, yaitu ayat yang ke-163 dan ke-164, ayat Kursi, dan tiga ayat yang terakhir dari surat Al-Baqarah tersebut. Kemudian ayat yang ke-18 dari surah Ali ‘Imram, ayat yang ke-54 dari surah al-A’araf, ayat yang ke-116 dari surah al-Mu’minun, ayat yang ketiga dari surah al-Jin, sepuluh ayat pertama dari surah ash-Shaffat, ayat yang ke-18 dari surah Ali ‘Imran, tiga ayat terakhir dari surah al-Hasyr, surah al-Ikhlas, dan mu’awwidzatain (surah Al-Aalaq dan An-Nas). ”Ubay ibn ka’ab menambahkan, ”Andaikata RasulullahSAW tidak mengajarkan hal itu kepada kita, niscaya binasalah kita. Maka, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi sekalian alam.

Para peruqyah qadungan terkadang sulit dibedakan dengan yang sesuai syariah. Tapi untuk membedakanya, ada beberapa trik sederhana. Misalnya dalam hal rujukan dan referesi. Kalau rujukannya adalah kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama yang lurus, seperti kitab Wiqayatul Insan Minal Jinni Wasysyaithan, karya Syeikh WAhid Abdussalam Baali, insya Allah akan terjamin.

Tapi kalau rujukannya merupakan kitab-kitab yang syirik dan menyimpang, biasanya praktek itu bukan ruqyah syar'iyah, hanya cassingnya saja. Mesin di dalamnya tetap saja sihir. Dan bedanya sederhana, adakah jin ikut serta dalam proses itu. Kalau ada jin ikut serta, jelaslah hal itu termasuk dilarang.




Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke orang terdekatmu. Bagikan informasi bermanfaat juga termasuk amal ho.... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Astagfirullah ! Di Dalam Kubur Jenazah Dicabik Malaikat, Ini Dia Penyebabnya




ADA berbagai macam siksaan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala siapkan bagi orang-orang yang melakukan kesalahan dan tidak mengakui kesalahan serta memperbaikinya. Dan siksaan itu disesuaikan dengan perilaku buruknya di dunia.

Salah satu siksaan yang akan diperoleh oleh jenazah pendosa adalah dicabik oleh malaikat. Lantas, dosa apa yang membuatnya dicabik? Hal ini dapat kita ketahui dari kisah yang diceritakan oleh Umat bin Abdul Aziz. Seperti apa kisahnya?

Suatu saat, Umar sedang mengurusi salah seorang jenazah kerabatnya yang bernama Fatih. Ia ikut memandikan, mengkafani, dan menshalatinya. Ia juga ikut dalam membawa jenazah menuju pemakaman umum.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pemakaman itu, jenazah itu pun segera dimakamkan dan kemudian orang yang melayat pun meninggalkan kuburnya. Begitu juga dengan Umar yang meninggalkan makam itu. Beberapa langkah ia menjauh dari pemakaman, ia pun mendengar suara dari dalam makam yang baru diurusnya itu. Ia mengira bahwa suara itu adalah suara malaikat yang melaksanakan tugasnya di alam kubur. Ternyata inilah permulaan siksa kubur dalam Islam.

Suara itu mengatakan kepada Umar, maukah ia memberitahu apa yang telah diperbuat suara itu dengan orang yang dicintainya itu. Tentu saja Umar ingin mengetahui apa yang terjadi. Suara itu semakin keras dalam menjelaskan, ia telah membakar kain kafannya, dirobeklah seluruh badannya dan disedot darahnya serta dikunyah daging jenazah itu.

Lalu suara itu kembali bertanya kepada Umar, maukah ia tahu apa yang diperbuat malaikat kepada anggota badan si jenazah. Umar pun semakin penasaran apa yang terjadi dengan anggota badan si jenazah. Suara itu menjelaskan bahwa malaikat telah mencabut dagingnya satu persatu dari kedua telapak tangannya. Kemudian dari tangan ke lengan, dari lengan ke pundak. Serta dicabutlah lutut dari betisnya dan betis ke telapak kakinya. Suara itu terdengar sungguh menyeramkan.


Setelah itu, Umar yang bertanya, apa yang dilakukan si jenazah hingga ia mendapatkan siksa kubur yang begitu pedih. Dijelaskanlah bahwa sebenarnya hanya sedikit. Kemuliaan yang ada di dalam jenazah itu adalah kehinaan. Pemuda ini telah larut dalam kenikmatan dunia yang semu sampai-sampai melupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia telah lalai dengan kewajibannya, shalat.

Begitu mendengar semua itu, Umar pun menangis. Ia kemudian merenung dan menghimbau pada orang-orang yang masih hidup untuk meningkatkan ibadahnya pada Allah, baik secara kuantitasnya maupun kualitasnya. Beberapa ibadah yang harus kita lakukan adalah melaksanakan shalat, berpuasa, zakat, dan masih banyak lagi.

Setelah itu, Umar menjadi semakin rajin dalam mengingatkan sesama umat Islam mengenai siksa kubur setelah pemakaman dan hakikat kesenangan dunia yang seringkali menipu kita dan menjauhkan diri pada Allah. Dalam salah satu dakwahnya, Umar menjelaskan bahwa celakalah mereka yang tertipu oleh kenikmatan dunia, di alam kubur tidak akan ada siang atau malam, tertutup kesempatan untuknya beramal. Mereka juga akan terpisah dari kekasih, keluarga, istri yang dinikahi, anaknya dan orang-orang lainnya. Sedangkan kerabatnya sibuk dengan membagi-bagi rumah dan harta warisannya. Karena itulah mari kita bersama meningkatkan ibadah kita pada Allah.

Berdasarkan kisah nyata siksa kubur di atas, kita diingatkan bahwa kenikmatan atau kesenangan di dunia hanyalah semu dan tidak akan bertahan abadi. Bahkan, jika kita tidak memiki keimanan yang teguh dan ketakwaan yang kuat maka sangat mudah untuk kita terjerumus ke dalam kenikmatan dunia hingga melalaikan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat. Sehingga kita harus senantiasa berusaha menujunya untuk menghindari bernasib seperti jenazah dicabik malaikat tadi.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Danau Tiberia dan Keluarnya Yajuj-Majuj






 Dari an-Nuwas dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Kemudian Allah SWT mengeluarkan Yajuj dan Majuj, mereka turun dengan cepat dari bukit-bukit yang tinggi. Setelah itu gerombolan atau barisan pertama dari mereka melewati Danau Thabariyah dan meminum habis semua air dalam danau tersebut. (HR Muslim 2937/110, at-Tirmidzi 2240 Abu Dawud 4321, Ibnu Majah 4075).

Dalam hadis tentang tanda-tanda menjelang datangnya hari kiamat atau akhir zaman di atas tercantum kata 'Danau Thabariyah'. Danau itu juga dikenal dengan nama Tiberia. Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas al-Hadith an-Nabawi mengatakan, dalam bahasa Arab, kata Thabar berarti melompat atau bersembunyi.

"Tiberia merupakan nama danau dan kota di utara Palestina," ujar Dr Syauqi Abu Khalil. Tepatnya, terletak di dekat Dataran Tinggi Golan di sebelah utara Palestina, di Lembah Celah Besar Yordan yang memisahkan Afrika dan patahan Arab. Saat ini, wilayah tersebut termasuk daerah kekuasaan Israel.

Danau ini mempunyai panjang sekitar 25,5 kilometer dan lebar 12 kilometer. Dengan luas total 166 meter persegi, danau ini menjadi danau air tawar terluas di Israel. Danau ini juga menjadi danau kedua terdalam setelah Laut Mati, yaitu dengan kedalaman 43 meter. Di dasar danau terdapat mata air yang ikut mengisi danau, meskipun sumber utamanya berasal dari Sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan.

Sungai Tiberia mempunyai banyak nama, salah satunya Danau Galilee atau Danau Kinneret. Di sekitar lokasi danau merupakan tempat yang rentan akan gempa bumi dan-pada zaman dahulu-aktivitas gunung api. Hal ini terbukti dari banyaknya batu basalt dan batuan beku lainnya yang menentukan kondisi geografis di daerah Galilee.

Di bagian barat laut danau ini terdapat sebuah kota yang bernama sama dengan danau tersebut. Menurut sejarah, Kota Tiberia dibangun sejak 20 Masehi dan dinamakan Tiberia untuk menghormati Kaisar Tiberius yang berasal dari Romawi. Kota yang terletak di sepanjang Pantai Kinneret ini dibangun oleh Herodes Antipas, anak Herodes Agung. Kota ini merupakan satu dari empat kota yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi.

Kota Tiberia ini terletak di atas ketinggian 200 meter dari permukaan laut. Iklim di wilayah itu merupakan perbatasan antara musim panas Mediterania dan musim semi. Curah hujannya setiap tahun kita-kira 400 mm. Pada musim panas, suhu tertinggi mencapai 37 derajat celcius. Suhu minimumnya sekitar 21 derajat. Pada musim dingin, suhu di kota tersebut mulai dari 18 hingga 8 derajat. Kota Tiberia terletak di dekat sumber air panas dan mineral alam.



Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke orang terdekatmu. Bagikan informasi bermanfaat juga termasuk amal ho.... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

7 Ciptaan Allah Ini Tidak Akan Hancur Di Saat Hari Kiamat ! APA SAJA ?




Peristiwa kiamat merupakan peristiwa kehancuran yang dahsyat dan luar biasa yang tidak pernah terjadi sehelumnya. Seluruh makhluk hidup akan merasakan kematian. Al Quran banyak menginformasikan keadaan yang akan dialami ketika kiamat itu terjadi, antara lain sebagai berikut.


الْقَارِعَةُ .مَا الْقَارِعَةُ .وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ .يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ .وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

Artinya: "Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunungseperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS Al Qariah: 1-5)

Seluruh alam akan hancur binasa, tidak ada satu tempat pun untuk bersembunyai. Namun ada 7 ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika kiamat terjadi, kita mengetahui bahwasanya semuanya akan binasa dan mengalami kehancuran. Tak aka nada satu makhluk pun yang mampu bertahan hidup. Alam semesta juga ikut hancur. Bahkan, malaikat Israfil, malaikat peniup sangkakala juga mengalami kematian. Meski kita tahu bahwa semuanya akan hancur, ternyata ada pula hal-hal yang tidak akan hancur. Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki sesuatu yang tidak akan binasa meski kedahsyatan suatu kebinasaan terjadi. Lantas, apa saja yang tidak akan hancur di hari kiamat?

1. Surga dan Neraka.

Jika sangkakala ditiupkan, ternyata ada yang tidak hancur, yakni Surga dan Neraka. Dalam hal ini Allah telah menyatakan kekekalan surga dan neraka dalam banyak ayat. Salah satunya dalam dalam Al-Qur’an,

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ .خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ .وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud, 106-108)
M

aksud dari ayat tersebut ialah tersirat bahwa surga dan neraka itu adalah kekal, tidak akan binasa serta tidak akan ditetapkan kematian kepada keduanya

2. ‘Arsy atau Singgasana Allah.
Selanjutnya yang tidak akan hancur adalah Arsy Allah SWT. Dimana Arsy ini adalah singgasana Allah. Hal ini diungkapkan dalam firman-Nya,


وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ .وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini (surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.’ Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat- malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam’,” (QS. Az- Zumar, 74-75).

3. Kursi Milik Allah.
Selain singgasana Allah, ada pula kursi milik Allah. Seperti apa kursi Allah?
Rasulullah Saw bersabda,

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang,” (HR. Ibnu Hiban).

Sesungguhnya kursi Allah tidak akan hancur sebagaimana halnya ‘Arsy berdasarkan ulama.

4. Lauh Mahfuzh.
Jika singgasana Allah yaitu Arsy tidak akan hancur, maka sama halnya dengan Lauh Mahfuzh. Dimana ini adalah kitab tempat Allah untuk menuliskan segala catatan alam semesta. Adapun nama lain Lauh Mahfuzh dalam Al-Qur’an yaitu Ummu Al-Kitab, sebagaimana yang telah dikatakan Allah,


وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Tiada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh),” (QS. An-Naml: 75).

Maka dari itu Lauh Mahfuzh pun tidak akan hancur berdasarkan Ij’ma ulama

5. Qalam atau Pena. 
Qalam atau pena ternyata juga termasuk ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika sangkakala ditiupkan. Menurut beberapa ulama, Qalam atau pena merupakan makhluk yang pertama diciptakan oleh Allah. sebagaimana sabda Rasulullah Saw,

“Sesungguhnya makhluk yangpertama kali Allah ciptakan adalah Al- Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ Kemudian Al- Qalam berkata, ‘Wahai Rabb ku, apa yang akan aku tulis?’ Kemudian Allah berfirman, ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat’,” (HR. Abu Dawud, shahih). 

6. Tulang Ekor.
Selain itu, meskipun tiupan sangkakala itu dapat menghancurkan manusia, tapi ternyata sangkakala
tidak bisa menghancurkan tulang ekor manusia. Rasulullah Saw bersabda,

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat,” (HR. Bukhari, No.4953). 

7. Ruh.
Dan yang terakhir adalah ruh. Ruh ini tidak akan hancur atau binasa saat sangkakala ditiupkan. Karena makhluk yang binasa di saat itu akan dicabut ruhnya dan meninggal dan kemudian ruh ini dikembalikan ke jasadnya di saat hari kebangkitan. Hal ini disepakati ulama bahwa ruh tidak akan hancur.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang 7 ciptaan Allah yang tidak akan hancur di saat kiamat terjadi. Mudahan dengan mebaca ulasan ini keimanan kita selalu bertamabah kepada Allah Swt. Aamiin.



Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke orang terdekatmu. Bagikan informasi bermanfaat juga termasuk amal ho.... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !