Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Subhanallah, Inilah Keluhuran Akhlak Nabi Muhammad, Yuk Kita Tiru




  Yes  Muslim  - Subhanallah, Inilah Keluhuran Akhlak Nabi Muhammad, Yuk Kita Tiru

Kita semua sepakat bahwa Nabi Muhammad merupakan manusia yang paling agung akhlaknya, Tak ada satupun manusia yang mampu mengungguli beliau dalam segi akhlak. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam : 4)

Ayat di atas memuat pujian Allah SWT kepada Rasul pilihan-Nya Muhammad SAW. Bahwa memang tidak ada manusia yang lebih sempurna akhlaknya daripada beliau dan merupakan suatu anugerah dari Allah SWT yang telah memberi taufik kepadanya.

Subhanallah, Inilah Keluhuran Akhlak Nabi Muhammad, Yuk Kita Tiru


Hal ini pun diakui oleh para sahabat yang menyertai hari-hari beliau sebagaimana dinyatakan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

“Adalah Rasulullah SAW ; manusia yang paling bagus akhlaknya.”

Bagaimana Anas tidak memberikan sanjungan yang demikian sementara ia telah berkhidmat pada beliau sejak usia sepuluh tahun dan terus menyertai beliau selama sembilan tahun. Dan tidak pernah sekalipun ia mendapat hardikan dan kata-kata kasar dari Nabi nan mulia ini.

“Aku berkhidmat kepada beliau ketika safar maupun tidak. Demi Allah terhadap suatu pekerjaan yang terlanjur aku lakukan, tidak pernah beliau berkata ‘Kenapa engkau lakukan hal tersebut demikian?’ Sebalik bila ada suatu pekerjaan yg belum aku lakukan tidak pernah beliau berkata ‘Mengapa engkau tdk lakukan demikian?’.” 

Demikian pengakuan Sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam bin Amir tentang akhlak Rasulullah SAW, ia menjawab:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur`an. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT ‘Sungguh engkau berbudi pekerti yang agung’?”

Kebagusan akhlak ini tampak dari diri beliau ketika bergaul dengan istri sanak family sahabat masyarakat bahkan dengan musuhnya. Tidak heran masyarakat Quraisy yang paganis ketika itu memberi gelar pada beliau Al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur, tidak pernah dusta, lagi amanah, sebagai bentuk pengakuan terhadap salah satu pekerti beliau yang mulia.

Para penulis sejarah Nabi mengungkapkan beberapa keluhuran pribadi Nabi, Berikut diantaranya:

Jika ada orang yang sakit Nabi menengoknya, meski berada di tempat yang jauh

Jika ada orang yang meninggal dunia, Nabi ta’ziyah dan mengiring jenazahnya

Nabi sering duduk dalam posisi yang sama, bersama-sama orang-orang fakir dan mengambilkan untuk mereka makanan dengan tangannya sendiri.

Jika ada orang yang mencaci-maki orang lain, Nabi mengatakan: “tolong tinggalkan cara seperti itu”

Jika ada orang berbicara dengan suara tinggi, Nabi menahan diri dan bersabar.

Jika datang kepada hamba-sahayanya, laki-laki atau perempuan, Nabi mengajaknya berdiri dan membantu keperluannya. Dia memanggil mereka : “sahabatku” atau “anak mudaku”.

Jika bertemu orang, Nabi mengawali mengucapkan salam, ucapan damai,dan jika orang menyampaikan salam, Nabi membalasnya dengan cara yang lebih baik.

Jika bertemu temannya, Nabi mengawali mengulurkan tangannya dan membiarkannya sampai si teman melepaskannya.

Jika Nabi bertemu teman di jalan atau di manapun beliau mengawali mengucapkan salam sambil bibirnya merekah manis.

Baju yang dipakai Nabi terbuat dari bahan berkualitas sederhana

Nabi senang menemui teman-temannya untuk sekedar silaturrahim (menjalin kasih sayang)

Nabi menghormati orang-orang yang berbudi pekerti luhur, dan tetap berbuat baik meski kepada orang yang perilakunya tidak menyenangkannya

Nabi tidak pernah bertindak kasar, menghardik, menghina dan mencaci maki siapapun

Nabi selalu memaafkan orang yang meminta maaf kepadanya

Nabi Muhammad adalah orang yang banyak senyum, kadang-kadang tertawa tapi tidak sampai berlebihan

Nabi juga suka bercanda, tetapi ia tak pernah berbohong

Nabi tidak pernah berkata-kata kasar dan tidak pula berkata-kata kotor

Nabi tidak pernah merendahkan dan memukul perempuan, isteri dan orang-orang yang membantunya

Nabi tidak pernah menolak permintaan siapapun yang meminta sesuatu darinya, beliau selalu mengabulkan permintaan orang lain. Jabir bin Abdullah menceritakan, "Jika Rasulullah dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan perkataan: 'Tidak'." (HR. Muslim)

Subhanallah, Inilah Keluhuran Akhlak Nabi Muhammad, Masih banyak akhlak Nabi lainnya yang hendaknya terus digali, disosialisasikan, diteladani, dan diejawantahkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Sebagai umatnya, marilah kita mencontoh keluhuran akhlak Nabi Muhammad dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



3 Jenis Siksa Kubur Paling Menyakitkan untuk Manusia yang Melakukan Hal ini



youtube.com

  Yes  Muslim  - 
Percaya kepada hari akhir adalah bentuk iman kita atas kebenaran agama ini yaitu Islam Rahmatan Lil Alamin. Karena manusia tidak hidup untuk selamanya dan akan ada masa dimana jiwa berpisah dengan raga ketika malaikat maut datang untuk memisahkan.

Setelah fase itu, manusia akan masuk dalam masa penantian menunggu hari kiamat di alam kuburnya.

Meski belum ada surga dan neraka, namun di alam kubur jiwa manusia akan menerima balasan sesuai apa yang dilakukannya semasa hidup. Jika mereka adalah hamba yang taat mengerjakan amal kebaikan, maka alam kubur menjadi tempat penantian yang mudah.

Sebaliknya, alam kubur menjadi tempat menyakitkan bagi orang yang selama hidupnya melakukan keburukan. Azab dan siksaan yang diterima pun ada bermacam bentuk. Tiap bentuknya layaknya melakoni siksaan pedih di neraka. Lalu apa saja bentuk siksaan yang ada di dalam kubur. Berikut ulasannya.

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi


Siksaan pertama yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW adalah pukulan dengan palu yang terbuat dari besi. Pukulan ini akan ditujukan dibagian wajah hingga jeritan mereka terdengar oleh penduduk bumi, kecuali jin dan manusia. Siksaan ini ditujukan kepada orang-orang yang mengingkari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda yang artinya: Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya“Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.”

Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” [Muttafaqun ‘alaih]



2. Disempitkan Kuburnya

Siksa selanjutnya adalah disempit kan kuburnya. Siksaan ini ditujukan kepada orang yang meninggal dalam keadaan yang tidak membawa amal kebaikan apa-apa. Allah SWT kemudian menghimpit kuburnya dan akan didatangkan temannya dengan kondisi yang jelas dan buruk rupa.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya.

Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’

Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’

Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’

Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

3. Berbagai Siksaan Mengerikan 


Dosa-dosa selama menjalani hidup di dunia juga akan dibalas ketika sudah berada di alam kubur. Berbagai siksaan akan menimpa bagi mereka yang melakukan banyak dosa.

Seperti mulut yang robek, siksaan di sungai darah, serta siksaan berupa lemparan batu. Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Alquran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Demikian Tiga Bentuk Siksaan Kubur yang Menyakitkan. Semoga kita selalu terhindar dari bentuk tindakan buruk selama menjalani kehidupan di dunia. Sehingga saat berada di alam kubur menanti kiamat, kita berkumpul dengan orang-orang di sana yang bahagia.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Filosofi Gula dan Kopi, Agar Kita Menjadi Pribadi Pemaaf dan Ikhlas


  Yes  Muslim  - Filosofi gula & Kopi ☕
Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yg di salahkan karena terlalu sedikit hingga “rasa” kopi pahit
Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg di salahkan?
Gula lagi karena terlalu banyak hingga “Rasa” kopi manis
Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji…?
Tentu semua akan berkata…
Kopinya mantaaap
Kmn gula yg mempunyai andil
Membuat “rasa” kopi menjadi mantaaap
Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS… bukan KOPI GULA…
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS… bukan TEH GULA…
ORANG menyebut ROTI MANIS… bukan ROTI GULA…
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU….
padahal BAHAN DASARnya GULA….
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS…
akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA
BEGITUlah HIDUP…. Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang….
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan…
IKHLASlah seperti GULA…
LARUTlah seperti GULA…
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN…!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT…
tapi untuk DIRASAkan… 👍👍👍
Semoga menjadi pelajaran utk semua..””


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !


HATI HATI ! Hukuman Durhaka pada Orangtua Akan Disegerakan di Dunia

Orangtua merupakan sosok penuh kasih sayang yang senantiasa menjaga dan merawat buah hatinya. Mereka bahkan rela untuk bersusah payah agar bisa membesarkan anak-anaknya.

Tidak hanya itu di antara mereka ada yang rela melakukan apapun agar si anak mendapatkan yang terbaik. Namun, fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak yang kemudian tidak bersyukur atas yang telah dilakukan orangtuanya.

Bahkan banyak di antara mereka yang menjadi anak durhaka kepada kedua orangtuanya dan menganggap sepele hal tersebut. Padahal sebenarnya hukuman durhaka kepada orangtua tersebut akan disegerakan di dunia. Berikut penjelasan selengkapnya.

Menurut Imam Ad Dzhabi, durhaka kepada orangtua termasuk dalam dosa besar. Hal tersebut juga telah disepakati oleh para ulama. (Lihat, Faidh Al Qadir, 5/40). Mungkin banyak anak yang tidak menyadari hal tersebut dan tetap durhaka kepada orangtuanya. Padahal Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

”Setiap dosa-dosa, Allah Ta’ala mengakhirkan (balasannya), sebagaimana yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat. Kecuali durhaka kepada kedua oranguanya, sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) nya bagi pelakunya saat hidup di dunia sebelum wafat.” (Riwayat At Thabarani dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al Hakim dan As Suyuthi)

Al Munawi menyatakan bahwa Allah Ta’ala akan mengakhirkan balasan setiap dosa-dosa di hari kiamat. Maka di hari itu para pelakunya memperolah balasannya jika Allah menghendaki. Kecuali hukuman bagi siapa yang berbuat durhaka kepada kedua orangtua, yakni kedua orangtua kandung Muslim, maka Allah menyegerakannya hukuman selagi orang tersebut masih hidup di dunia.

Oleh karena itu, apabila sudah melakukan suatu hal yang mendekatan perbuatan durhaka kepada orangtua maka jangan terlena jika hukuman Allah belum juga tiba. Sebab balasan atas perbuatan tersebut pasti akan terjsdi walaupun dalam jangka waktu yang lama.

Sebagaimana Ibnu Sirin ketika ditimpa kesedihan ia menyatakan, ”Aku tahu bahwa kesedihan ini karena dosa yang telah aku lakukan 40 tahun yang lalu.” Demikian pula dikisahkan bahwa ketika beberapa ahli ibadah menyaksikan suatu perkara (perbuatan dosa), maka ada yang mengatakan,

”Lihatlah balasannya setelah 40 tahun.”

Maka benar, balasan itu terjadi setelah 40 tahun. Demikianlah informasi mengenai ternyata hukuman durhaka kepada orangtua akan disegerakan di dunia. Maka dari itu, jangan pernah sepele terhadap satu perbuatan pun, sebab Allah adalah Dzat yang Maha Adil. Perlakukan orangtua sebaik mungkin, sebab ridho Allah terletak pada ridho orangtua kita.

Jangan Bersedih, Wanita yang Tak Pernah Hamil pun Tetaplah Sempurna



  Yes  Muslim  -  ada saja orang yang berani berkata "Wanita yang tak pernah hamil dan melahirkan bukanlah wanita sempurna." Hmm, lalu bagaimana dengan Ummul Mukminin Aisyah yang seumur hidupnya tidak punya anak?

Lisan kita memang harus lebih dijaga lagi. Kepada pengantin baru dan pengantin lama yang tidak jua mengabarkan kehamilannya, tak perlulah iseng bertanya "Kapan punya momongan nih?"

Itu sama saja bertanya "Kapan matahari terbit dari barat?" Hanya Allah yang tahu jawabannya, jadi ngapain nanya ke pasutri yang juga tak tahu harus jawab apa.

Setiap wanita itu sempurna, dengan segala takdir yang Allah gariskan untuknya. Memang hebat wanita yang bisa sabar melahirkan dan menyusui ekslusif, namun wanita yang bisa bersabar menanti bertahun-tahun kehamilannya yang tak kunjung tiba juga tak kalah hebatnya.

Bayangkan... Kesabaran seluas apa yang dimiliki oleh wanita yang sudah belasan tahun menikah namun tak jua mendapatkan strip 2 di alat tes kehamilan. Sementara pasangan muda yang baru menikah, terkadang sudah memberi kabar hamil.

Mungkin perasaan putus asa sudah hampir mendera, perasaan bosan ditanya momongan sudah berkarat di telinga, perasaan iri terhadap kelahiran bayi, akhirnya sudah kebas. Hanya Allah yang menjadi tumpuan curhatan dan segala kegelisahan.

Sahabat Ummi yang belum juga dikaruniai anak, jangan khawatir... Allah tidak pernah memberi beban di luar kesanggupan hambaNya. Kalian adalah wanita sempurna yang sedang disempurnakan kesabarannya.

Tentu saja kecuali para wanita yang menolak hamil, menolak melahirkan, dengan alasan tidak ingin bentuk tubuhnya berubah. Baiklah, wanita seperti ini tidak masuk hitungan ya.

Maka, tetaplah berikhtiar, tetap berhusnudzon, tetaplah meminta pertolongan Allah lewat sabar dan shalat. In syaa Allah setiap doa akan terkabul, Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Inilah yang Perlu Dilakukan Saat Kita Kehilangan Barang Berharga



  Yes  Muslim  - Pernahkah  Kita mengalami kehilangan handphone, motor, dompet, laptop, atau barang berharga lainnya ? Kalau pernah sekali, mungkin masih biasa saja. Tapi kalau sudah lebih dari sekali, apalagi sampai berulang kali, ini yang perlu dilakukan:

1. Introspeksi dan cari tahu penyebabnya

Barangkali kita sering sembarangan parkir kendaraan, sehingga kecurian? Atau sering asal menaruh handphone di sembarang tempat? Atau kurang menghargai barang yang kita miliki, apapun itu... introspeksi perlu dilakukan agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

2. Berusaha mencari atau memblokir

Jika masih bisa ditelusuri untuk dicari, kita punya kewajiban berusaha untuk mencari barang yang hilang tersebut, sekadar untuk meluruhkan kewajiban. Entah dengan melapor polisi, atau menyelidiki orang-orang yang kemungkinan terlibat atas kehilangan barang tersebut, tetap dengan menggunakan asas praduga tak bersalah pastinya. Juga bisa melakukan amalan yang diajarkan oleh Sahabat berikut:

Riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dimana beliau mengajarkan doa ketika kehilangan barang. Dari Umar bin Katsir, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menjelaskan amalan ketika kehilangan barang,

يتوضأ ويصلي ركعتين ويتشهد ويقول: «يا هادي الضال، وراد الضالة اردد علي ضالتي بعزتك وسلطانك فإنها من عطائك وفضلك»

”Dia berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa,

يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugrah dan pemberian-Mu’.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 29720, al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir (2/54). Baihaqi mengatakan,

هذا موقوف وهو حسن

Ini adalah hadits mauquf [perkataan shahabat] dan hadits ini statusnya adalah hasan”

Demikian pula dinyatakan oleh Abdurrahman bin Hasan, bahwa perawi untuk riwayat Baihaqi adalah perawi yang tsiqqah (terpercaya). (Tahqiq al-Wabil as-Shayib, Abdurrahman bin Hasan dibawah bimbingan Dr. Bakr Abu Zaid. sumber: konsultasisyariah)

Akan tetapi kalau sudah kehilangan jejak sama sekali, maka cobalah memblokir. Misalnya kehilangan dompet, blokir kartu kredit dan atm yang ada di dalamnya, atau kalau kehilangan hp, beritahukan pada rekan-rekan agar waspada jika ada yang menghubungi dari nomor tersebut.

3. Bersyukur

Lho kok bersyukur? Ya, karena beserta kesulitan ada kemudahan. Semoga segera memperoleh ganti yang lebih baik dan lebih banyak.

Selain itu, kita juga perlu menyadari bahwa jatah pencuri adalah barang haram. Barangkali Allah menghilangkan barang tersebut karena ingin mengurangi dosa yang kita lakukan atau justru menghilangkan harta haram dari diri kita.

Dari Anas, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (Hadits riwayat At Tirmidzi dengan nomor 2396 di dalam Az Zuhud. Bab tentang kesabaran menghadapi musibah. Beliau mengatakan: hadits ini hasan gharib. Ia juga diriwayatkan oleh Al Haakim dalam Al Mustadrak (1/349, 4/376 dan 377). Ia tercantum dalam Ash Shahihah karya Al Albani dengan nomor 1220).

4. Mengikhlaskan

Dalam sebuah hadits shahih yang bersumber dari Ummu Salamah, ia berkata: ”Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Tidak ada seorang hamba pun yan ditimpa musibah lalu mengucapkan: Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma jurnii fii mushibatii wakhluflii khairan minhaa. (Sesungguhnya kami milik Allah, kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku lantaran musibah yang menimpaku ini dan berikanlah ganti kepadaku dengan yang lebih baik dari musibah ini). Kecuali Allah akan memberinya pahala lantaran musibahnya dan akan mengganti musibahnya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Semoga bermanfaat.
Foto ilustrasi : Google


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

Wahai Suami: Pahala Sedekah Terbesar adalah yang Kau Berikan Kepada Istrimu




  Yes  Muslim  - Wahai suami, ayah, papa, bapak....

Sudah tahukah bahwa apapun yang kau berikan kepada istrimu adalah sedekah yang paling besar pahalanya diantara semua sedekah yang kau lakukan?

Jika belum tahu, simak hadist riwayat Imam Muslim berikut ini,

“Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah SWT dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk istrimu, yang paling besar pahalanya ialah apa yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari Muslim).

Dari hadits diatas dijelaskan bahwa harta yang diberikan (nafkahkan) kepada keluarganya, lebih utama meski dibanding dengan mendermakan harta benda untuk perjuangan Islam sekalipun.

Lantas bagaimana jika ada seorang laki-laki memiliki seorang istri sering ditinggalkan dengan alasan dakwah, sementara kondisi anak-anak dan istrinya tidak terurus alias sengsara.

Rasulullah SAW memang seorang muballigh dan dai, tetapi beliau selalu memperhatikan kebutuhan lahir batin istri-istrinya.

Begitu besar perhatian Rasulullah SAW, terhadap hak-hak kaum hawa, sehingga Nabi SAW mengajarkan kepada kaum laki-laki cara terbaik untuk memuliakan seorang wanita.

Sampai-sampai beliau tidak rela seorang istri menderita, karena ulah para suami yang pelit dan menelantarkan istrinya.


Hendaknya para suami mengetahui bahwa nafkah yang ia berikan kepada keluarganya tidaklah bernilai sia-sia di hadapan Allah.

Bahkan nafkah itu terhitung sebagai amalan sedekahnya, sebagaimana hadits dari Abu Mas’ud Al-Anshari dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan satu suapan yang diberikan seorang suami kepada istrinya, teranggap sebagai amalan sedekah sang suami. Demikian disabdakan Nabi Muhammad pada shahabat beliau, Sa’ad bin Abi Waqqash:

“Dan apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.”.

Rasulullah SAW begitu menghormati derajat kaum hawa dari sikap pelit seorang suami yang tidak bertanggung jawab kepadanya.

Beruntung sekali bagi seorang istri yang memiliki suami dermawan kepada dirinya. Rasulullah SAW sosok suami yang paling dermawan kepada istri-istrinya, juga kepada sahabat, kerabat, dan tetangganya.

Kedermawanan Rasulullah SAW menjadikan istri-istrinya makin mencintai dan menyayanginya, sehingga seorang istri tidak merasakan, kecuali suami adalah orang yang paling sempurna di hadapannya.

Masya Allah.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !